SIAPA YANG BISA MENJAWAB SOAL INI?

Jika kita kembali ke masa kecil kita saat TK atau SD.

Saat guru bertanya, “Siapa yang bisa menjawab soal ini?”

Maka hampir seluruh siswa/I dalam kelas mengangkat tangan berebutan untuk menjawab. Saat itu belajar begitu sangat mengasyikkan, dunia begitu indah, kita merasakan diri kita bisa meraih banyak hal. Rasanya kita ini sangat LUAR BIASA, penuh hal yang bisa kita lakukan.

Waktu terus bergulir sampai kita kelas 6 SD, saat guru melontarkan pertanyaan yang sama, berapa orang yang mengangkat tangan? Mungkin 10 orang, mungkin yang menjawab hanya para petinggi kelas –kelompok 5 besar.

Saat SMA? Kuliah? Saat guru baru saja ingin bertanya, kebanyakan sudah menyembunyikan wajah, pura-pura membaca buku supaya tidak dipanggil namanya. Sambil berkata dalam hati : “Jangan saya! Jangan saya!”

Betul? Ayo ngaku, deh! Hehehe..

Kok bisa gitu ya?

Pada saat kelas 1 SD, kita mengangkat tangan dan menjawab. Walaupun salah, guru masih maklum, kita masih kecil, belum banyak belajar. Guru masih dengan senang hati menjawab, “ Oh, itu jawaban yang bagus, namun masih belum benar, nanti dicoba lagi ya. Kamu pasti bisa!”

Pada saat kelas 3 SD, kita mengangkat tangan dan jawabannya salah, guru mulai mengatakan, “Salah! Kamu tidak belajar ya?” dan disambut tawa atau ejekan teman-teman kelas.

Saat kelas 5 SD, kita mendapat teguran, “Kalau mau jawab mikir dulu!”

Saat kita mendapat nilai rendah kita dihukum di depan kelas, dan menjadi bahan tertawaan tidak hanya teman sekelas, namun juga siswa/i yang lewat disamping kelas. Betapa malunya kita. Seandainya ditelan bumi, kita pasti rela.

Alkisah, seekor gajah kecil ditangkap dari alam liar oleh kelompok sirkus terkenal di kota. Gajah ini memberontak dengan keras. Mengeluarkan semua potensinya untuk melarikan diri. Namun sekeras apapun ia berusaha, ia tidak bisa melepaskan kakinya dari ikatan rantai yang baginya begitu kuat. Hambatan ini kelihatannya terlalu besar baginya untuk diatasi, akhirnya ia menyerah. Berhenti untuk berusaha.

Waktu berlalu, gajah tumbuh besar, ia pun telah melupakan usaha untuk hidup bebas di alam bebas. Kalau diperhatikan, rantai yang dulu layaknya batu karang nan kukuh, sekarang sudah seperti tali halus jika dibandingkan dengan ukuran besar badannya.

Namun, dalam pikiran si gajah, tali yang sama itu masih memiliki kekuatan yang sama untuk menahan dirinya, dan dirinya tidak mampu mengatasi. Ini adalah pemaknaannya pada saat masih kecil. Ia tidak lagi berusaha. Ia selalu merasa apa yang dilakukan sia-sia. Ia tidak bisa lagi hidup dengan potensi besar yang dimilikinya. Tidak mungkin baginya hidup bahagia, inilah takdir saya, pikirnya.

Kita, sebagai manusia, perlu kesadaran bahwa itu adalah masa lalu, bukan saat ini. potensi kita sama sekali tidak turun sama sekali, sel otak tidak berkurang. Masih menunggu kita untuk digunakan sampai mencapai kesuksesan.

“Jika kita berpikir kita bisa atau tidak bisa, dua-duanya benar”

-Henry Ford-

“BACAKILAT”

Kiat Membaca 1 Halaman/Detik

2 Responses to SIAPA YANG BISA MENJAWAB SOAL INI?

  1. hasnafitri says:

    Yap! betul. Meskipun kelas saya belum sampai ke Kuliah, tapi saya udah bisa ngebayangin banget gimana nanti kuliah. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: