SAPICANTHROPUS 1431-H

Kawan, saat menulis ini aku serasa menjelma menjadi tokoh dalam langgam yang dinyanyikan Didi Kempot. Judulnya “Tulisan Tangan”. Kira-kira langgam itu bercerita tentang seorang pemuda perantau yang tak bisa pulang saat hari lebaran gara-gara tak punya ongkos. Malang sekali nasib pemuda itu. Sungguh merana. Tentu saja pemuda itu bukan aku. Kawan mohon ingat itu dengan seksama.

 

Dan, untuk lebih mendalami tulisan ini, maka aku pun tak segan-segan untuk memutar langgam itu berkali-kali. Repeat mode. Biarlah orang berkata apa, aku tak peduli.

 

Saat menulis ini pula, Empat Pandawa kawanku yang lain kutengok masing-masing di kandangnya. Pandawa Satu sedang serius mencari materi PBI, materi yang sungguh aduhai dan bisa membuat kepala pening. Pandawa Dua sibuk mengotak-atik bagan-bagan flow chart, tapi aku tak acuh tak acuh. Pandawa Tiga memangku sebuah notebook dengan buku-buku berserakan disampingnya, namun aku tak menatap wajah dan matanya, aku tak berani memastikan apakah ia sudah terpejam atau belum. Pandawa Empat khusyu penuh konsentrasi ber-zuma ria. Pandawa Lima, aku ini, sedang menulis sambil menyenandungkan “Tulisan Tangan”. Sungguh mengharukan. Ditambah lagi gelegar takbir di luar jendela sana bertalu-talu, semakin membuat suasana hati semakin pilu.

 

Bagai seorang lulusan fakultas psikologis kampus internasional, maka malam ini aku melakukan sebuah kegiatan iseng sekaligus memiliki banyak manfaat : beramal, menyambung silaturahim dan yang paling spektakuler adalah meneliti kepribadian orang. Kegiatan itu adalah : MENGIRIM SMS. Ah, rasanya kegiatan itu tak bergengsi sama sekali. Biarlah.

 

Maka, entah darimana aku dapat ide ini. Aku mengais kumpulan SMS yang berserakan nangkring di HP Nokia 6030 warna hitam milikku, dan aku menemukan gambar yang sungguh menarik, yakni sapi jantan yang sungguh tampan. Sapi dengan kaki-kaki gagah tak terkira, tanduk kokoh menawan, mata berbinar-binar, ekor menjuntai, dan tentu saja senyum yang khas. Tampan sekali sapi itu. Jika ia melenggang di pasar sapi betina, maka dapat kupastikan, sapi-sapi betina itu takkan menolak walaupun dimadu olehnya. Mungkin dulu ia adalah jelmaan sapi yang hidup di zaman Nabi Yusuf.

 

Otak kananku mulai liar. Apa yang harus kulakukan dengan gambar sapi tampan ini? Sepersekian detik kemudian, otak kiriku berkerja lebih cepat. Ia langsung membuat sinyal-sinyal yang menggerakkan simpul-simpul syaraf di kepalaku. Otak kiriku seketika membuat kotak-kotak yang menakjubkan. Otak kananku seperti baru mendapat wangsit. Ide cerdas itu pun akhirnya muncul. Ya, otak kananku memerintahkan untuk mengirim SMS. Otak kiriku membuat konsep bagaimana aku harus mengirim SMS. Maka kedua bagian otak itu pun bekerja sama membuat kombinasi menakjubkan. Maka, dalam hitungan beberapa menit setelah sholat isya, aksi dahsyat itu pun dijalankan, yakni mengirim SMS ucapan Selamat Idul Adha dengan lampiran sebuah gambar sapi tampan. Mendebarkan sekali, bukan?

 

Maka, seperti kata otak kiriku tadi, aku membagi siapa saja yang akan kukirimi SMS. Otak kiriku mengklasifikasikannya menjadi beberapa. Beberapa klasifikasi itu dibuat berdasarkan komunitas yang kuikuti, sejak bayi sampai kini. Dan ternyata, dari beberapa komunitas dan banyak orang itu, seperti kataku tadi, ibarat seorang lulusan fakultas psikologi kampus internasional, aku berhasil mengetahui karakter kepribadian orang dari kegiatan isengku tadi, yaitu mengirim SMS lebaran dengan gambar sapi jantan yang sungguh tampan tadi.

 

Komunitas itu antara lain : Kawan Tarang Taruna, Teman Kuliah, Teman Organisasi, Teman Kerja, Teman Lama, Teman Dolan dan juga TTM -Teman tapi Tetap Manusia.

 

Aku gemetar menekan tombol OK. Message Sent. Maka, Dalam hitungan seperjuta kedipan mata. Melesat. Berpilin. Berputar.

 

Seketika saat tombol OK itu kutekan, jika mata bisa melihatnya, bak komet, bagai anak panah, macam rudal berkecepatan tinggi, karakter-karakter SMS itu berubah menjadi data binari 0-1-0-1! Menderu tak-tertahankan menuju tower BTS (base transmitter station) terdekat. Sepersekian detik lagi lantas dilontarkan sekuat tenaga menuju satelit Palapa C-2 ratusan kilometer di atas sana, berputar dalam sistem pembagian wilayah yang rumit, bergabung dengan jutaan pesan, suara, streaming gambar, dan data lainnya dari berbagai sudut muka bumi (yang hebatnya tak satupun tertukar-tukar), lantas sebelum mata sempat berkedip lagi, pesan tersebut sudah dilontarkan kembali ke muka bumi! Pecah menjadi beberapa. Bagai meteor yang terbelah, pecahan itu berpendar-pendar sejuta warna menghujam ke seluruh penjuru dunia!

 

“Selamat Idul Adha 1431 H”

(Lampiran : sapi tampan)

 

Itulah default inti dari SMS yang kukirim. Hanya satu yang berbeda dari tiap komunitas yang kukirim pesan singkat padat itu.

 

Untuk komunitas Karang Taruna, maka dibawahnya kutambahi kata,

Mari kita ambil teladan dari Nabi Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar.

 

Komunitas Teman Kuliah, kutambahi ini,

-SuLy-

M0105010

 

Ada juga yang kutambahi dengan Nomor Absen. Ada yang cuma kutulisi dengan namaku yang legendaris : SuLy. Cukup segitu, tak ada tambahan lagi.

 

Dan, tahukah kalian, Kawan? Dari semua SMS dari yang kukirim dengan sangat cermat itu, dan dari SMS balasan yang kuterima (dan, jari-jemari lentikku hampir keriting karena menjawab banyak SMS), aku dapat mengklasifikasikan beberapa karakter kepribadian orang.

 

Golongan pertama, aku menamakannya Golongan Rindu Berkumpul. Mereka adalah orang-orang Karang Taruna. Mereka-lah orang-orang yang pertama kali kukirimi SMS. Bagiku, mereka adalah orang-orang yang membuatku ingat dengan rumah, kawan masa kecil, dan tetangga yang baik. Aku pernah mendapat sebuah nasehat bagus. Ini serius, Kawan…

 

Begini, “Sejauh apapun kita pergi, sampai dimanapun kita mampu menjelajah dunia, kelak suatu saat, jika kita mati, maka orang-orang yang pertama kali akan mengurus jenazah kita adalah tetangga-tetangga kita. Bukan teman kerja, bukan teman kuliah, dan bukan pula teman tapi mesra.

Benar saja, begitu kubaca balasan SMS mereka…rasanya aku ingin pulang sekarang….

 

Golongan kedua, aku namai Golongan Enggan Repot. Mereka adalah orang-orang yang ketika membalas SMS yang kukirim, maka isinya adalah sama dengan apa yang kukirim (lengkap dengan gambar sapi tampan-nya), hanya saja, namaku diganti dengan namanya, atau nomor absen-ku diganti dengan nomornya. Benar-benar tak mau repot.

 

Golongan ketiga, adalah Golongan Kreatif Tapi Kurang Santun. Mereka adalah yang membalas SMS yang kukirim dengan sedikit modifikasi berbeda. Yang perbedaan itulah yang kusebut kurang santun tadi, yakni dalam gambar sapi tadi ‘kan ada semacam stempel bertuliskan kata ‘SaPi’, maka golongan ini merubah kata ‘SaPi’ menjadi kata ‘SuLy’ lalu mengirimkannya padaku. Sungguh kreatif sekali orang-orang macam ini. Kreatif sekaligus sadis. Pasti kelak, orang seperti ini pantas menjadi pegawai puskesmas. Minimal, profesi yang cocok untuk golongan macam ini adalah dukun bayi.

 

Golongan keempat, yakni Golongan Kreatif Agak Santun. Golongan ini hampir sama dengan golongan ketiga, yaitu mengubah kata ‘SaPi’ menjadi ‘SuLy’, tapi mereka memodifikasi gambar sapinya. Yakni, gambar sapi tampan itu disulap menjadi sapi betina yang anggun. Maka, dua tanduk yang kokok menawan itu disihir menjadi tampak bagai bando. Lebih santun daripada golongan ketiga. Profesi yang cocok untuk golongan ini adalah suster rumah sakit bersalin.

 

Golongan kelima, Golongan Jaka Sembung Naik Ojek. Yakni, balasan SMS mereka tidak nyambung dan tidak relevan sama sekali dengan SMS Selamat Lebaran Idul Adha. Aku ke barat, mereka ke timur. Aku menebak, dulu waktu masih kuliah, pasti mereka sering tidur di kelas saat dosen menerangkan buku diktat. Mereka cocok jadi politisi.

 

Golongan keenam, Golongan Jaka Sembung Naik Ojek Plus. Mereka hampir sama dengan golongan kelima, tapi ada plus-nya, yaitu selain balasan SMS mereka tidak relevan, balasan SMS mereka justru berusaha menginterogasiku, menanyaiku tanpa alasan dengan pertanyaan yang juga tidak relevan, dikiranya aku ini seorang buronan polisi. Untuk mereka, profesi yang cocok adalah Kepala Rutan Mako Brimob.

 

Golongan ketujuh : Golongan SharE. Mereka adalah orang-orang yang membalas SMS-ku dengan tausyiah ataupun dengan ucapan Selamat Idul Adha yang sangat sopan dan puitis penuh daya magis. Mereka ini kira-kira, mungkin, bau badannya sudah berbau surga. Nah, kalo yang ini, mereka kuprediksi akan menjadi penyanyi religi, nasyid, dan qasidahan.

 

Golongan kedelapan : Golongan Obsesif Kompulsif. Yakni golongan yang ketika membaca SMS-ku dan melihat sapi tampan itu, maka mereka sungguh tergila-gila pada sapi tampan itu. Mereka memuji-muji ketampanan sapi itu seperti melihat artis ibukota.

 

Golongan kesembilan : Golongan Sok Kenal. Golongan ini mengira bahwa gambar sapi itu adalah foto terbaruku! Kurang ajar betul!

 

Golongan ke-sepuluh : Golongan Suka SMS-an. Mereka biasanya suka bertanya ngalor ngidul tak keruan lewat SMS, ataupun hanya sekedar bercanda.

 

Golongan ke-sebelas, aku menamai mereka Golongan Misterius. Mereka adalah orang-orang yang tidak membalas SMS-ku sama sekali. Sungguh kejam. Sebenarnya hampir saja aku menamai mereka dengan “Golongan Tak Punya Pulsa” atau “Golongan Malas Membalas SMS” atau “Golongan Acuh Tak Acuh” ataupun “Golongan Emang Gue Pikirin” atau yang lebih keren, aku hampir saja menamai mereka “Golongan Aku Tak Peduli Pada SMS-mu, Kawan!”, tapi aku tak tega karena aku yakin, mereka masih memiliki hati nurani. Semacam ini, beberapa profesi kurekomendasikan untuk mereka, antara lain : Detektif Swasta, Pelukis Abstrak, Dukun Pijat, Tukang Memandikan Mayat, Tukang Sunat, dan juga Tukang Listrik.

 

Itulah Kawan, hasil penelitianku yang sungguh fantastis…

 

Jadi kesimpulannya, apapun makananannya…..aku ingin mengucapkan,

 

Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 H!

Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir batin.

 

SALAM TAKZIM

 

SuLy

http://suliwe.co.nr

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: