TUHAN, BIARKAN CINTA ITU TERPENDAM DALAM HATIKU

Setelah Prof Mukhlis menyerah pada penyakitku, kami pun memilih untuk dirawat di rumah. Aku menjalani hidupku sehari-hari seperti biasanya. Hanya obat-obatan yang disuntikkan ke tubuhku saja yang menjadi harapan terakhirku bertahan melawan kanker ini. Walaupun Prof sudah menyerah, tapi ayah tidak begitu saja putus asa. Ayah tetap ingin mencari jalan keluar. Ayah sadar bila seorang Prof terbaik di Indonesia sudah menyerah maka ia harus mencari dari luar. Beliau pun memilih mencari pengobatan di Singapura.

“Keke gimana? Mau coba di Singapura saja?” tanya ayah.

“Berapa lama Yah?”

“Kemungkinan tiga bulan…”

“Ayah…Singapura…kalau Keke di Singapura, Keke nggak bisa ketemu dengan teman-teman lagi dong?” tanyaku.

“Ayah ngerti…tapi ini kan cuma untuk sementara. Kalau Keke sudah sembuh nanti juga ketemu lagi. Kita menemukan jalan, maka harus kita coba. Walau kamu akan tinggal lama di Singapura untuk proses pengobatan ini, tapi ini adalah jalan yang terbaik”

“Ayah, boleh nggak Keke menolak?” tanyaku.

Ayah hanya terdiam. Ia sedikit kecewa dengan jawabanku.

“Bukan Keke tidak ingin sembuh, Ayah. Keke hanya tak ingin jauh dari siapapun saat ini…termasuk Ayah. Keke nggak mau ninggalin semuanya yang Keke miliki disini. Keke nggak mau, Ayah…”

“Ayah ngerti Keke. Tapi kan ayah juga ikut kesana sama kamu.”

Aku terdiam.

“Keke sedih…kenapa Keke harus terima cobaan seperti ini? Kenapa Tuhan nggak adil sama Keke? Keke sedih ayah!” aku menangis.

“Keke, jangan ngomong gitu..jangan Keke…” ayah berusaha menenangkanku.

“Keke harus kuat. Ini ujian dan cobaan untuk kita semua.”

“Tapi kenapa harus Keke??? Kenapa ayah? Kenapa mesti Keke???” teriakku sambil menangis.

Ayah hanya terdiam. Ia membiarkanku tenang dan menangis di pelukannya. Saat aku mulai terkendali, ayah mulai bercerita satu hal padaku…

“Keke, di dunia ini, apa yang belum Keke rasakan?” tanya ayah. “Keke ingin naik mobil mewah apapun, kita sudah pernah rasakan. Keke ingin keluar negeri dari Eropa sampai Amerika, kita pernah rasakan juga. Keke ingin makan enak, semua sudah kita rasakan. Maafkan ayah kalau harus ngomong seperti ini sama Keke. Ayah mencoba terbuka dan ingin Keke berusaha tenang. Andai saja Tuhan benar ingin Keke pergi dari dunia ini, kenapa Keke harus takut? Apa yang Keke ingin rasakan di dunia, sudah Keke rasakan. Mengapa harus marah pada Tuhan? Tuhan sangat sayang sama Keke sehingga Keke hidup bahagia dan dapat merasakan yang belum tentu orang lain bisa rasakan..”

===========
bersambung

SALAM

-suly-
http://suliwe.co.nr/

NB : sambungannya ada di buku “SURAT KECIL UNTUK TUHAN”. Kisah nyata perjuangan seorang gadis kecil berkerudung bernama Gita Sesa Wanda Cantika melawan kanker ganas dalam tubuh mungilnya. Beli saja sendiri. OK?

NB LAGI : beli bukunya di toko buku ya, jangan beli di toko roti, toko komputer atau malah toko material dan bahan bangunan🙂

One Response to TUHAN, BIARKAN CINTA ITU TERPENDAM DALAM HATIKU

  1. Laila nur cahyani says:

    Like that,,,;( menyentuh low

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: