DIA MINTA UNTUK SALING MENUNGGU

Assalamualaikum.

Ustadz, saya seorang muslimah masih berumur 15 tahun. Begini, saya kayaknya terjangkit VMJ (Virus Merah Jambu) dengan seorang ikhwan di Remaja Masjid saya. Saya sering kontak dengan dia, tapi jarang ketemu. Saya tahu kalau ikhwan itu punya rasa simpatik dengan saya, dan kita juga sudah saling mengakui, tapi kita punya semboyan ANTI PACARAN. Dia amir (pemimpin) remaja dan sering mengisi kajian-kajian remaja di masjid. Kan kagak enak tho Ustadz. Ikhwan (16 tahun) itu minta untuk saling menunggu. Apakah betul Ustadz keputusan itu diambil? Berikan solusinya!! Jazakumullahu khairan katsiran.

Jawaban :

Waalaikumsalam.

Perasaan cinta sangatlah fitri, apalagi seusia akhwat yang sedang menginjak masa puber. Masalahnya sekarang hampir bisa distatistik bahwa cinta di usia remaja lebih didominasi oleh perasaan emosional daripada rasional. Maka, yang terpenting bukan menyalahkan perasaan cinta. Akan tetapi, bagaimana mengendalikan dan menyalurkannya dengan manajemen cinta yang benar.

Tumbuh suburnya rasa cinta bukan saja karena pertemuan fisik, tapi juga bisa karena media lain. Misalnya via sms, facebook, email dll. Jadi tidak ada jaminan meskipun jarang bertemu fisik, seseorang akan bisa mengubur perasaan cinta, justru ada hukum kebalikan. Jika semakin jarang bertemu, semakin kuatlah perasaan cinta. Semakin ditutup, semakin penasaran ingin melihatnya. Apapun keputusan yang akan diambil, terkait dengan perasaan dengan lain jenis, harus tetap dalam kesadaran syariat islam, bahwa larangan berkholwat (berdua-duaan di tempat sepi alias bukan dengan muhrimnya), eksploitasi fisik sangat mungkin dalam kondisi yang demikian, ibarat meneguk air laut, semakin diminum semakin kurang. Memandang, memegang, meraba dan seterusnya…

Kontak adalah awal panjang dari proses panjang komunikasi, dari kontak muncul persepsi, dari persepsi muncul simpati, dari simpati muncul konsentrasi (semua waktu, harta, tenaga selalu terbayang kepada seseorang), dari konsentrasi melahirkan fusi (keinginan untuk bersama, baik dengan kedok belajar, taaruf dll). Di sinilah bibit yang disemaikan setan atas dua insan yang sedang dimabuk cinta, mulailah pacaran dengan kedok taaruf.

Sebaiknya isilah kegiatan masa mudamu dengan kesibukan dan kegiatan yang bermanfaat. Kebanyakan, masa pacaran adalah masa mengakumulasi dosa. Makin lama, makin banyak pula dosa yang dikumpulkannya. So, adik harus punya prinsip ”No Time For Love” kecuali kepada Allah dan Ortu dulu.

Buatlah suasana atau berdekatlah dengan komunitas yang islami, berkumpullah dengan orang-orang yang tekun mengaji dan beribadah, perbanyaklah doa dan biasakanlah berkomunkasi dengan orangtua adik, insyaAllah lebih bisa diharapkan kebaikan adik untuk masa sekarang dan yang akan datang.

Ingat! Buatlah prioritas dan target yang hendak adik capai, dengan tulisan besar di kamar belajar, mintakan tandatangan persetujuan orangtua dan tempelkan sebagai social control perilaku adik. Teruslah berdoa, semoga Allah senantiasa membimbing kepada yang terbaik untuk dunia dan akhirat adik.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Girlie’Zone Edisi 4

SALAM

-suly-

http://www.millatfacebook.com/suliwe

One Response to DIA MINTA UNTUK SALING MENUNGGU

  1. ika says:

    yup, setuju… isilah waktu muda dengan hal-hal yang bermanfaat. lagian, apa untungnya ya, pacaran?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: