TER

Benar kata Aristoteles, tidak ada orang JENIUS yang tidak diwarnai dengan KESINTINGAN.

Kalian tahu Thomas Alva Edison ‘kan? Lelaki keren yang mengantongi 3000 paten penelitian ilmiah (melebihi Phungsuk Wangdu dalam ‘3 IDIOTS’ yang hanya punya 400 hak paten). Ia tinggal di sebuah rumah besar dikelilingi pagar besi besar. Tamu yang ingin masuk harus membuka pagar berat itu dan menutupnya kembali sampai benar-benar tertutup. Seorang temannya protes tentang pagar yang super berat itu.

Dengan mengedipkan ekor mata, Edison mengajak si teman ke tangga atas rumahnya. Di sana terdapat alat-alat mekanis rumit yang terdiri dari pengungkit besi, kerekan dan pompa-pompa.

“Engkau pasti tidak tahu” kata Pakdhe Edison ini santai, “setiap kali ada orang yang membuka dan menutup gerbang pagar besiku, secara otomatis akan memompa satu galon air ke dalam bak penampungan disini.”

Sinting ‘bukan?

Teringat kata pepatah sinting juga, “Kalo elo mau terkenal, kencingin aja tu Sumur Zam-Zam!”

Ia tidak bohong, Kawan. Itu benar. Ya, benar-benar sinting. Disini kita bicara soal sesuatu yang tidak pada umumnya. Sesuatu yang mungkin hanya ada 1 dalam 1000 kejadian. Bicara tentang outlier. Kalau kita pas sekolah atau kuliah dulu, guru atau dosen, biasanya akan gampang ingat sama murid atau mahasiswa yang TERPANDAI dan juga yang TERBODOH, TERAJIN dan juga TERMALAS, TERALIM dan juga TERBEJAT, TERAWAL dan TERAKHIR. Ya, orang-orang yang BIASA (apalagi yang tampangnya cuma biasa-biasa..hehe), biasanya susah dihafal. Kalaupun sudah dihafal, biasanya –dan sering- mudah dilupakan. Betul ‘tidak?

Kita tahu kan Neil Amstrong adalah orang TERAWAL yang pergi ke bulan, orang pertama. Tapi siapa yang tahu orang KEDUA yang pergi ke bulan? Si Slamet kah? (katanya nih, Mr. Neil dulu sampai di bulan dengan Selamet). TERAWAL selalu diingat.

Teringat pesan kakak kandung saya, “Jangan cuma jadi baik, tapi jadilah yang TERBAIK!”

Ya, hanya orang-orang terbaik-lah yang akan dipilih, akan dikenang, akan dicintai, akan diprioritaskan, akan pertama direkomendasikan, akan dimasukkan surga paling awal, akan mendapat rahmat berlimpah dari Tuhan, Allah Azza wa Jalla.

Tapi, seandainya kalian tidak bisa jadi yang TERBAIK, TERPINTAR, de el el, saya sarankan jadilah yang TERSINTING atau TERANEH agar mudah diingat orang. Belum tentu yang baik-baik yang terkenal. Siapa tak kenal Hitler? Atau bahkan dari negeri sendiri, Sumanto si Kanibal? Mereka terkenal, Kawan. Tentu saja terkenal karena kesintingannya.

Kawan, jadilah TER! Jangan MAU hanya jadi orang biasa yang mudah dilupakan orang lain, jadilah orang LUAR BIASA!

Saudaraku, mari saling menyemangati, hingga nanti suatu saat ketika kita bertemu entah tahun kapan dan di pijakan tanah yang mana di hamparan semesta ini, kita akan hanyut dalam obrolan dan perbincangan hangat tentang KELUARBIASAAN kita masing-masing. Momen-momen itu pasti akan sangat menyenangkan.

SALAM

-suly-
bukan orang penting
(Lakukan yang TERBAIK di titik dimana kau berada sekarang!)

http://suliwe.co.nr/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: