PADA HAKIKATNYA KITA SEMUA “MENUNGGU”

Judul yang aneh. Tapi menarik (setidaknya menurutku).
Benar, memang pada hakikatnya semua kita, sebagai manusia memang MENUNGGU. Bukankah kita “menunggu” untuk SUKSES? Bukankah kita “menunggu” untuk KAYA dan BAHAGIA? Bukankah kita “menunggu” untuk MASUK SURGA? Bukankah kita (yang belum nikah) “menunggu” PASANGAN HIDUP? Bukankah kita “menunggu” untuk mewujudkan IMPIAN-IMPIAN kita? Jawabnya –kalo orang normal- pasti : YUHUU….

Yup! Yummy!!!
Kita semua memang MENUNGGU itu semua. Nah yang beda dari setiap orang adalah KESIBUKAN selama MASA MENUNGGU itu. Dan itulah yang terpenting. Kesibukan itulah yang akan sangat menentukan bagaimana akhir masa ‘menunggu’ kita. Kalau kesibukan itu diisi hal-hal yang tidak bermanfaat, maka dapat dipastikan apa yang kalian tunggu tidak akan pernah datang. Aku yakin itu!

Bukankah Kita ‘menunggu’ untuk SUKSES, KAYA dan BAHAGIA?
Bagaimanalah kita mau SUKSES kalau kesibukan sehari-hari cuma main-main, tidak pernah kerja keras, tidak mau belajar, tidak mau ngapa-ngapain. Maka dari itu, SEMANGATLAH Kawan! (menyemangati diri sendiri terkadang lebih susah daripada menyemangati orang lain).

Bukankah kita – yang belum nikah – ‘menunggu’ PASANGAN HIDUP yang terbaik?
Bagaimanalah kita akan mendapatkan pasangan hidup terbaik yang kita inginkan kalau kita tidak pernah “sibuk” untuk mendapatkannya. Lah terus kesibukannya apa? Saya beri tahu sebuah rahasia (jangan bilang siapa-siapa ya), kata orang nih, pasangan hidup kita itu ‘MIRIP’ sama kita (ya, itu kata orang). Mulai dari wajahnya (mungkin), dan juga sifat-sifatnya. Ada sebuah cerita nyata yang pernah saya dengar. Seorang laki-laki punya hobi nge-game. Nah setelah nikah, ternyata ia baru tahu kalau istrinya juga maniak game. Kompak dah! Jadi intinya, pasangan hidup kita itu kagak bakalan beda jauh sama kita. Kita suka belajar, maka Insya Allah pasangan kita juga suka belajar. Kita suka sholat dhuha, maka pasangan terbaik untuk kita juga suka sholat dhuha. Kita rajin puasa senin-kamis, maka pasangan terbaik kita juga sama. Seorang hafidz kemungkinan besar bakal punya pasangan hafidzah.

Jadi kalau kalian mau pasangan terbaik, maka KESIBUKAN yang harus kalian lakukan adalah SELALU MEMPERBAIKI DIRI, biar dapat yang terbaik. Gitu coy!

Nah, kadang saya tuh kasihan sama teman-teman saya –semoga dia nggak protes dan marah-marah setelah baca tulisan ini- yang “kadang” punya kebiasaan ndak baik –maaf- : NGENTUTAN! (Kadang-kadang ‘disebarluaskan’ sisan..jan..jan! Wahai kawanku, sadarlah. Hentikan perbuatan ndak baik itu..he) Bahkan dulu sempat-sempatnya ngentutin mie rebus dalam kuali (dan yang paling sadis, baru ngaku pas mie nya sudah sampai di perut teman-temannya, bilangnya sih nggak sengaja, khilaf. Tuhan, ampunilah kekhilafan temanku). Aku cuman kasihan aja, jangan-jangan nanti dia juga dapat istri NGENTUTAN! Kasihan banget dah sama temen-temenku itu andai itu terjadi. Segera tobat kawan…(hehe PEACE Men!)

Kita (yang masih kuliah) ‘menunggu’ untuk WISUDA (S1, S2 maupun S3)?
Betul tidak? Kalau kagak, lah ngapain lu masih kuliah dan riwa-riwi ke kampus? Saat-saat itu pasti kalian nantikan. Dapat ijazah, pakai toga, foto-foto perpisahan sama kawan-kawan yang masih ‘tertunda’ wisudanya dan juga sama adek-adek tingkat, didampingi keluarga dan bapak-ibu. Dan (kalau lagi beruntung) didampingi juga tuh ama calon mertua. TAPI bagaimanalah ALLAH akan mengabulkan harapan dan mempercepat ‘masa menunggu’ kita kalau kita NGGAK SIBUK buat ngurus ‘variabel-variabel’ yang bisa mempercepat kita biar bisa cepet WI-SU-DA? Tuhan pun mungkin ogah mengabulkan keinginan kita lantaran kita juga ogah-ogahan (dalam belajar, masuk kuliah, nyari-nyari materi, konsultasi-konsultasi de el el).

Ingat Kawan, MAN JADDA WA JADA!!!
SIAPA YANG SUNGGUH-SUNGGUH, PASTI AKAN SUKSES!!!

Kalau lagi MALAS, ingatlah bapak-ibu kalian. Tatap wajah mereka. Atau pandangi foto mereka. Ingat harapan-harapan besar mereka pada kalian. Bayangkan wajah mereka saat kalian dan mereka foto bersama, saat itu kalian sudah memakai toga. Senyum lebar. Lepas. Bahagia. Demi senyum mereka…

Pada Dasarnya Kita Semua ‘Menunggu’, Maka Jadikanlah Masa Menunggu Itu Menyenangkan Kawan! Karena, Sesungguhnya, Allah tidak mewajibkan kita untuk BERHASIL, tapi Allah menyuruh kita untuk MENCOBA!

Salam

-suly-
Bukan Orang Penting
(berbagi cerita, berbagi semangat, berbagi manfaat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: