MOBIL DAN PENGEMUDINYA : KHUSNUDZON YUK!

Sebagai pengantar, ada ilustrasi nih.

Suatu hari kalian mengemudikan mobil (atau motor lah, aku tahu kalian juga belum mampu beli mobil) ke tempat kerja dan sampai pada sebuah perempatan yang merupakan persilangan jalan utama. Perempatan itu dikendalikan oleh lampu lalu lintas. Ketika kalian mendekat, lampu merah menyala. Dan sebagai warga Negara yang –sok taat hukum- kalian berhenti. Pas lampu hijau menyala (karena sudah diklakson than-thin-than-thin puluhan kendaraan dibelakang kalian), kalian siap-siap melepas rem dan tancap gas. Tiba-tiba ada mobil yang melintas dari arah kanan kalian dengan kecepatan dua kali batas kecepatan maksimum dan jelas-jelas melanggar hukum karena mengabaikan lampu merah. Yang lebih parah, hanya dalam hitungan sepersekian sentimeter mobil itu nyaris menabrak kalian hingga kalian merasa kaku, hampir luka parah, masuk ICU, bahkan barang kali MATI.

Pertanyaannya : APA REAKSI KALIAN?

Mayoritas orang mungkin akan melakukan hal-hal berikut ini :

1. Membuat gerak-gerik kasar

2. Menggoblok-goblokkan pengemudi yang nyelonong tadi

3. Menambah makian dengan sekarung sumpah serapah

4. Menaikkan tekanan darah, kadar adrenalin, detak jantung dan tingkat stres

5. Menekan klakson dengan sangat marah

6. Membicarakan kejadian itu panjang lebar dengan teman sambil menekankan ketololan pengemudi yang nyelonong tadi

7. Membawa pengalaman itu ke tempat kerja dan dengan amarah meluap-luap menjelaskan kepada teman-teman kerjanya ketololan si pengemudi dan membicarakan berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi

8. Menyimpan kisah itu dan terus mengingat-ingatnya sebagai contoh sikat tak bertanggung jawab para sopir

Yah, itu yang mungkin kita semua (kecuali saya..semoga ^.^) lakukan.

Pernah nggak kita pikirkan kemungkinan berikut ini :

1. Pengemudi itu baru saja mengetahui bahwa istri dan anaknya mengalami kecelakaan parah persis di jalan itu

2. Pengemudi itu sedang mendapat serangan jantung

3. Pedal gal mobil itu macet karena terkunci ke lantai mobilnya

4. Yang bersembunyi dibelakang tempat duduk pengemudi itu adalah penjahat bersenjata yang sedang kabur. Si penjahat mengancam akan membunuh pengemudi kalau tidak memacu mobil cepat-cepat guna menolong penjahat melarikan diri (kayak di film SPEED)

5. Pengemudi itu saudara kalian sendiri

Ini semua tentang KHUSNUDZON Kawan..

8 point yang atas adalah PILIHAN, kita bisa memilihnya dan juga bisa menolaknya lantas memilih 5 point yang bawah. Hari ini dengan semua –keterbatasan- kita seringkali tidak khusnudzon dengan segala hal yang terjadi di sekitar kita.

Contohnya :

1. Suatu hari melintas di jalan, kita lihat teman kita lagi boncengan atau berduaan laki-perempuan atau jalan gandengan tangan di Islamic Book Fair atau nonton bareng di bioskop. Padahal kita tahu ‘reputasi’ si teman (atau mungkin ada juga yang cuma SOK punya REPUTASI). Buru-buru kita suudzon, “bla-bla-bla…”. Khusnudzon saja lah. Mungkin itu adiknya. Mungkin itu kakaknya. Mungkin itu ibunya. Mungkin itu istrinya. Dan ‘mungkin-mungkin’ yang lain.

2. SMS atau ngasih undangan rapat (dalam bahasa lain yang agak aneh ada juga yang nyebutnya SYURO, kayak nama kacang. Ups itu SUKRO dink), tapi yang diundang telat atau malah ga datang tanpa konfirmasi. Di telfon ga diangkat. Kita, hari ini, buru-buru memvonis, “Dasar nggak amanah! Pengkhianat!”. Atau mungkin kita –yang masih kuliah dan skripsi- SMS dosen minta jadwal konsultasi, tapi ga dibalasi. Telfon ga diangkat. Buru-buru memvonis, “Dosen SOK SIBUK! Emangnya cuma dosen yang SIBUK!”. Lagi-lagi coba dah kita sedikit saja KHUSNUDZON. Mungkin yang kita SMS hape-nya ketinggalan dimana gitu atau bahkan HILANG. Mungkin yang kita SMS, lagi nunggu istri atau orangtuanya di ICU yang lagi kritis. Mungkin yang kita SMS lagi nggak punya pulsa, de el el. Dan ‘mungkin-mungkin’ yang lain.

3. Kita UPDATE STATUS atapun NOTE ataupun “KARYA” kita yang lain yang super keren dan inspiratif (setidaknya menurut kalian sendiri), ga ada tandingannya lah pokoknya. Tapi sialnya, ga ada satu pun friends kita yang ngasih coment. Lantas kita memilih untuk tidak khusnudzon. Kita jadi stres sendiri karenanya. Terus mulai protes, “Woi kok ga pada coment sih! Udah di tag juga! Dasar!!” Padahal sudah capek nulisnya, bikinnya lama, susah pula. Atau mungkin kita mulai mengirim SMS satu persatu teman-teman yang kita tag tadi, “Please, kasih coment dunk!” (tentunya dengan nada memelas dan penuh harap). Dasar nasib lagi sial, ya gitu deh. Coba dah kita khusnudzon, mungkin teman-teman kita lagi sibuk jadi ga sempat ngasih ke warnet cuman buat ngasih coment. Mungkin teman kita lagi ga punya pulsa buat akses internet. Mungkin status atau note atau karya kalian ga perlu dicoment-i. Dan ‘mungkin-mungkin’ yang lain.

4. Kita –yang ilmunya baru dikit- ini, baru liat sesuatu yang agak berbau ‘dosa’ aja langsung buru-buru memvonis, “Bid’ah! Dosa Lu! Neraka Lu! Itu Haram!” dan vonis-vonis ‘kejam’ lainnya. Cobalah khusnudzon kawan..

5. Dan contoh-contoh lain dalam hidup kalian dan mungkin bisa kalian sharingkan disini.

“Bukankah Allah, Tuhan kita semua (maaf untuk yang tuhannya bukan Allah), selalu sesuai dengan persangkaan hambaNya? Kalau kita khusnudzon dengan apa yang Allah perbuat untuk kita, maka KHUSNUDZON itulah yang akan terjadi pada kita. Kalau kita khusnudzon bahwa Allah sayang sama kita, maka sayanglah yang akan kita dapat. Kalau kita khusnudzon bahwa Allah akan menolong kita, maka PASTI Allah akan menolong kita. Kalau kita khusnudzon bahwa Allah akan mengabulkan semua doa kita dan mewujudkan IMPIAN-IMPIAN indah kita, maka itulah yang akan terjadi. Dan, Kalau kita khusnudzon bahwa Allah akan memasukkan kita ke surga, maka Insya Allah –dengan KUN FAYAKUN-Nya- itulah yang akan terjadi. Insya Allah.”

-suly-

(bukan orang penting)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: