Cerpen Motivasi – Math05 On Vacation –

Tulisan dibawah ini adalah cerpen yang saya buat saat piknik keluarga besar Math05 MIPA UNS. Terbungkus dalam sebuah bingkisan kado yang akan disaling-tukarkan. Selamat yak buat yangdapat kado ini. Untuk yang ga dapat tenang ae..ni cerpennya tak share🙂

Simak yak..

____________________________________________________________

Di suatu suatu senja yang indah ketika tiba saatnya sang mentari kembali ke peraduan..

“Ayah, buku ini bagus sekali. Beli dimana Yah?” Tanya seorang anak kepada anaknya sambil menunjukkan sebuah buku berukuran agak kecil.

“Oh..buku itu Ayah ndak beli kok Nak. Itu yang ngasih temen kuliah Ayah dulu” jawab si Ayah.

“Yang ngasih?? Kata si Anak keheranan.

“Wah, temen Ayah itu baik sekali ya, suka memberi hadiah” tambah si Anak.

***

Sang Ayah mulai bercerita.

“Buku itu Ayah dapatkan dalam acara piknik bareng temen-temen kuliah Ayah. Kami piknik ke Jogja. Obyek yang kami tuju saat itu ada dua yaitu Tamansari dan Pantai Siung. Nah, dipantai itulah buku itu Ayah dapatkan. Waktu itu semuanya diminta membawa bingkisan kado seharga 3 ribu rupiah, dibungkus Koran trus dikasih kata-kata motivasi. Selanjutnya semua kado saling ditukar. Ya udah deh, akhirnya Ayah dapat buku itu”

“Lho kalo dilihat, buku itu sepertinya harganya mahal Yah” kata si anak.

Dalam hati sang Ayah berkata,”Huu..mahal apanya! Lha wong buku bekas kayak gitu aja kok! Paling harganya nggak sampai 10 ribu!”

“Iya Nak, temen Ayah itu kayaknya terlalu baik, karena tega memberi hadiah ‘semahal’ ini” kata Ayah.

Ayah melanjutkan ceritanya.

“Oiya Nak, saat mendapatkan bungkusan kado ini, lalu Ayah membukanya. Di dalamnya ada buku ini dan juga kata-kata motivasi dari temen Ayah itu. Kata-kata motivasi itu membuat Ayah sangat terharu dan semakin bersemangat menatap masa depan. Sampai kini pun, Ayah masih menyimpan lembaran kata motivasi itu”

Kemudian Ayah mengambil lembaran yang berisi kata motivasi itu dan diberikan pada si Anak untuk dibaca. Dan sang anak pun membacanya..

***

”Saudaraku, tahu nggak kenapa jari-jarimu dipisahkan oleh sela-sela kosong? Karena Allah tahu, suatu saat akan ada yang mengisi kekosongan itu, kemudian menggenggam erat dan berkata,”Jangan putus tali persaudaraan kita yak..!”

Saudaraku, mungkin hadiah ini harganya tidak seberapa. Aku yakin kau pun tahu bahwa buku ini hanya buku bekas..hehe. Tapi bukan itu saudaraku..jangan dilihat dari harganya, tapi lihatlah ketulusanku (ciee kadang aku narsis juga ya..hehe), eh bukan itu dinx, tap lihatlah manfaat dari buku ini. Semoga bermanfaat bagimu.

Eh, tapi jangan suudzon dulu lho ya. Aku memberikan buku berjudul ”Misteri Menjelang Ajal” ini bukan bermaksud mendoakanmu cepat mendapat gelar almarhum, sungguh bukan itu maksudku. Aku hanya ingin agar kita saling mengingatkan saja bahwa memang semakin lama kita hidup di dunia ini, kita justru semakin dekat dengan kematian. Makanya kita harus saling mengingatkan dan saling mendoakan. Kita harus harus selalu ingat, Izrail selalu mengintai kita. Kalau nggak percaya, coba deh tengok ke kiri atau ke kanan, mungkin ada Izrail tuh..hehehe.

Saudaraku, sekarang saatnya aku memberi kata motivasi padamu, dengarkan baik-baik ya..!😀

Saudaraku, banyak warna dalam hidup kita. Ada yang tetap bertahan, tetapi tidak sedikit yang pergi. Beginilah kehidupan mengajarkan kepada kita tentang ukhuwah, pengorbanan dan keikhlasan. Mungkin seringkali kita merasa lelah dengan kehidupan kita. Bahkan kita mungkin kadang bertanya,”Ya Allah, kapan hamba bisa beristirahat?”. Mungkin saat itu Allah akan berkata,”Ketika kau telah menginjak surga”

Memang, kadang-kadang perjuangan tidak selalu mulus. Mungkin jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hambatan, justru itu akan membuat kita lumpuh tak berdaya. Selalu OPTIMISLAH! Dan jangan pernah menyerah tanpa usaha. Milikilah mental BAJA! Pantang mengeluh menghadapi hambatan! Dan selalu berusahalah melakukan yang TERBAIK!!

Saudaraku, ingatlah bahwa kebanggaan sejati adalah senantiasa berbuat yang terbaik, meskipun tidak ada yang melihat dan mengawasi. Kualitas karya kita akan menjelaskan ’siapa kita’ yang sebenarnya. Coba deh kamu buka Al Qur’an surat At-Taubah ayat 105.

Eh, sudah ya kata motivasinya, udah kepanjangan kayaknya. Nanti ndak malah kayak ndongeng..hehe. Sebagai penutup, nih ada kata-kata bagus dari sebuah senandung yang aku dengerin pas aku nulis tulisan ini.

bukankah hati kita telah lama menyatu

dalam tali kisah persahabatan ilahi

pegang erat tangan kita terakhir kalinya

hapus air mata meski kita kan terpisah

selamat jalan teman tetaplah berjuang

semoga kita bertemu kembali

kenang masa indah kita

sebiru hari ini

***

”Yah, nama temen Ayah itu siapa?” tanya sang Anak.

Belum sempat Ayah menjawab, adzan magrib berkumandang.

”Ayo semuanya, buka puasa dulu. Sudah adzan tuh”

Panggilan sang ibu menghentikan percakapan mereka.

Saat itu hari pertama bulan ramadhan.

SELESAI

Dari saudaramu,

Suly

M0105010

– 17/08/09/ 23.40 pm –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: