Tempat Pertemuan Kita Nanti Adalah Surga

Ini adalah kisah nyata..

Ini kisah yang kubaca dalam sebuah buku kecil berharga Rp 8.000 yang kubeli diBusri (Buri Sriwedari) saat bulan puasa 1428 H kemarin. Tak kusangka dalam buku yang berjudul “Misteri Menjelang Ajal” itu kutemukan sebuah kisah paling indah yang paling kubaca dan aku sangat terharu saat membacanya. Aku masih ingat waktu itu aku membaca hari kamis, satu hari sebelum lebaran..

Kuhayati kisahnya, sambil mendengarkan senandung Doa Aku.mp3 yang dilantunkan oleh Haddad Alwi yang kudengarkan lewat sebuah mp3 player berharga Rp105.000 yang kubeli di Speed Komputer dekat kampus. Kubaca kisah itu sambil mendengarkan senandung itu. Sampai pada bait lagu :

Ya Robbi…

Sudilah pandang kami..

Terangi jalan gelap ini..

Jangan biarkan aku terus sendiri..

Mencari mendaki dan berduri.. 

 Tak terasa air mata menetes di pipi🙂. Kubayangkan saat itu bahwa aku sudah tak ada lagi di dunia ini dan tiba saatnya aku bertemu Robb semesta alam. Mungkinkah Dia sudi memandangku. Waktu itu hari-hari terakhir di bulan puasa. Muncul pertanyaan dalam benakku.. Mungkinkah Allah menerima puasaku dan mungkinkah Dia memberiku kesempatan untuk bertemu lagi dengan ramadhan berikutnya?

Kubayangkan juga seandainya aku adalah laki-laki yang ada dalam kisah itu.. Mampukah kuhadapi semua ujian itu..

Dan inilah kisahnya….. 

Mereka berdua keluar rumah di salah sebuah kota menuju Baitullah Al-Haram. Seorang lelaki shalih dengan seorang wanita yang gemar shalat dan berpuasa.

Sebelum mereka berangkat, terjadi suatu keanehan. Sang ibu memanggil anak-anaknya dan menuliskan wasiat untuk mereka. Ia menciumi anak-anaknya sambil menangis. Ia memandangi anak-anak tersebut seolah-olah merupakan pandangan perpisahan.

Suami istri itu pun berangkat menuju tempat paling suci di muka bumi. Menempuh jarak bermil-mil jauhnya. Di kota itu mereka berthawaf keliling Ka’bah yang mulia, melakukan sa’i antara Shafa dan Marwa, kemudian mencukur dan menggunting rambutnya. Akhirnya mereka pulang dengan hati penuh kegembiraan tiada tara.

Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Tidak ada yang dapat menolak takdir-Nya. Salah satu ban mobil mereka meletus sehingga jalannya oleng keluar jalan raya, sampai akhirnya mobil itu terbalik.

Sang suami keluar dari mobil dalam keadaan sehat walafiat. Ia mencari-cari tubuh istrinya yang dikenal sebagai wanita yang gemar sholat dan berpuasa. Seorang wanita yang bertaqwa dan bersih hatinya (demikiannlah perkiraan kami, dan hanya Allah yang mengetahui hakikatnya). Akhirnya ia bisa menemukan istrinya, namu ia dalam keadaan sakaratul maut.

”Apabila datang ajal mereka, tidaklah mereka dapat menangguhkan sedikitpun dan tidaklah mereka mampu mempercepatnya.”

Ia mengulurkan tangannya untuk menggotong sang istri. Namun si istri memandangnya dengan pandangan perpisahan, seraya berkata, ”Semoga Allah memaafkaanmu. Sampaikan salamku pada keluarga kita. Kita akan berjumpa di surga, insya Allah.”

Ia kemudian menutup ucapannya tersebut dengan kalimat syahadat, kalimat tauhid dan kalimat Al-Ikhlas: Laa ilaaha illallah muhammadar rasulullah. Akhirnya sang buah hati itu pun beristirahat. Namun, sebuah istirahat yang sangat panjang.

Hai orang-orang yang membangun rumah untuk diri sendiri,

Apa yang sudah kau kerjakan untuk rumahmu di alam sana?

Hai orang-orang yang menghamparkan tilam lembut di dunia,

Apakah kau lupakan tilammu dalam tidurmu yang panjang di alam baka?

Lelaki itu pun pulang ke rumahnya seorang diri setelah menyerahkan jenazah istrinya untuk dikebumikan. Hanya kesedihan yang memenuhi hatinya. Anak-anaknya menyambut kedatangannya dengan hangat.

Putrinya yang paling bungsu bertanya,”Ayah, dimana ibu?”

Lidahnya terasa kaku dan tak mampu memberikan jawaban apa-apa.

Si anak bertanya setengah berteriak,”Ayah, aku mau melihat ibu. Dimana ibu?”

Lelaki itu berteriak histeris di hadapan putri ciliknya itu dan menangis sejadi-jadinya. Ia berkata,”Suatu saat kalian akan melihatnya, insya Allah, tetapi di surga yang luasnya selebar langit dan bumi. Bukan seperti dunia kita yang hina ini.”

2 Responses to Tempat Pertemuan Kita Nanti Adalah Surga

  1. lilik sinta says:

    apakah hanya sholat dan puasa utk menuju syurga….yg berangapan begitu adlh GOBLOK termsk penulis

  2. Ena Kei says:

    kenapa..kamu berkata begitu??..solat kan tiang agama..perkara pertama yg disoal di akhirat nanti solat kamu..kalo bkn solat dan puasa..apa lagi jln menuju syurga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: