<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>[ suli_we ]</title>
	<atom:link href="http://suliwe.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suliwe.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Nov 2009 13:44:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='suliwe.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/632f5de2903b92905bed551261af06b0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>[ suli_we ]</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>LASKAR JAHAD</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/11/05/laskar-jahad/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/11/05/laskar-jahad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 13:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Suli Al Fatih

Langit masih gelap gulita. Nampaknya tuhan masih asyik dengan kuas dan cat hitamnya melukis alam raya. Hanya di beberapa titik saja tuhan membuat noktah warna putih dan orange kecoklatan dalam kanvas semesta untuk menggambarkan cahaya. Bumi masih sepi senyap, hanya sesekali terdengar suara jangkrik mengigau. Burung hantu juga masih terlelap dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=311&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Oleh : Suli Al Fatih</p>
<p style="text-align:justify;">
Langit masih gelap gulita. Nampaknya tuhan masih asyik dengan kuas dan cat hitamnya melukis alam raya. Hanya di beberapa titik saja tuhan membuat noktah warna putih dan orange kecoklatan dalam kanvas semesta untuk menggambarkan cahaya. Bumi masih sepi senyap, hanya sesekali terdengar suara jangkrik mengigau. Burung hantu juga masih terlelap dalam mimpi. Kelelawar masih enggan membuka mata sipitnya. Air sungai mengalir tenang tanpa suara ingin segera bertemu katak di tepian yang sudah menunggu rindu. Malaikat masih terpaku menikmati keindahan lukisan tuhan. Keheningan tercipta di bumi. Namun, di langit rasanya berbeda. Gelap gemuruh mewarnai lukisan malam. Perang berkecamuk antara dua pasukan. Perang sudah tak mampu lagi dihindari di atas sana.</p>
<p style="text-align:center;">
***</p>
<p style="text-align:justify;">
Pasukan pertama.<br />
”Tok..Tok..Tok”<br />
Ketokan pintu yang sayup-sayup terdengar dari alam mimpi berperang melawan niat membangunkan si empunya rumah. Tak ada jawaban. Sekali lagi ketokan pintu berbunyi. Agak keras.<br />
“Iya..sebentar”<br />
Masih belum membuka mata bulatnya, Bu Sutiyem menjawab dari balik kelambu sambil masih memeluk putri kecilnya yang terlelap dalam pulas. Gontai ia berjalan menuju ke arah pintu depan rumahnya yang sudah agak lapuk kemudian membukanya perlahan.<br />
“Selamat malam. Maaf Bu, kami dari Detasemen Khusus Anti Teror&#8230;.”<br />
Bu Sutiyem masih belum bisa mencerna kata-kata lelaki bertubuh kekar dihadapannya. Yang dia lihat saat itu hanya seorang lelaki berpakaian serba gelap lengkap dengan sepatu seperti sepatu hansip milik suaminya, helm berkaca dan bedil panjang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-311"></span><br />
“Kami meminta ibu sekeluarga segera mengungsi ke balai desa sekarang juga. Warga yang lain sudah disana. Ini untuk keselamatan ibu sekeluarga. Segera!” lanjut laki-laki itu kemudian berlalu menuju ke sebelah rumah Bu Sutiyem.<br />
Bu Sutiyem makin bingung dengan kata-kata lelaki itu. Namun dilihat dari ucapan dan gerak-geriknya, sesuatu yang besar akan terjadi, yang mungkin besok pagi akan menjadi berita utama di semua koran dan televisi di negeri ini. Bu Sutiyem segera masuk ke rumah membangunkan suami dan putri kecilnya menuruti nasehat laki-laki yang baru saja ditemuinya itu.<br />
Dusun Sepisari makin mencekam. Warga kampung sudah berkumpul di balai desa. Hanya satu rumah saja yang tampaknya tidak dibangunkan dan diminta berkumpul di balai desa. Bisik-bisik orang makin ramai. Udara makin menusuk tulang putih. Mobil-mobil bertuliskan ”POLISI” mulai berdatangan seperti pasukan semut berjalan rapi. Mobil putih bertuliskan ”AMBULANCE” juga sudah bertengger dengan gagahnya di tepi jalan. Puluhan bahkan ratusan orang berpakaian lengkap dengan sepatu seperti hansip milik suami Bu Sutiyem, helm berkaca dan bedil panjang sudah berjajar rapi. Pakaian dan segala perlengkapannya seragam, nyaris tak bisa dibedakan.<br />
”Lapor Komandan! Semua warga sudah dievakuasi!” kata laki-laki yang tadi mengetuk pintu di rumah Bu Sutiyem kepada seorang lelaki yang kelihatan lebih tua tetapi lebih kekar dan lebih tinggi darinya.<br />
”Laporan diterima! Siapkan semua pasukan ke posisi!”<br />
”Siap laksanakan!”<br />
Tak butuh waktu lama, semua orang berpakaian seragam itu berpencar teratur seolah sudah tahu kemana mereka harus menempatkan diri. Mereka seperti membentuk lingkaran dengan pusat sebuah rumah yang penghuninya tidak diminta untuk berkumpul ke balai desa. Langit makin gelap. Tuhan masih asyik melukis alam raya.<br />
***<br />
Pasukan kedua.<br />
”Wahai tentara Allah..! Yakinlah akan perang yang kita lakukan saat ini! Surga sudah tak sabar menanti kedatangan kita. Bidadari surga menunggu pinangan kita dalam kemah-kemahnya. Malaikat sudah bersiap-siap di luar sana dengan kepakan sayapnya akan mengantarkan jiwa-jiwa kita menembus langit ke tujuh! Hidup mulia atau mati syahid! Allahu Akbar!!” seru seorang berperawakan besar agak brewok berpakaian serba putih lengkap dengan rompi anti peluru. Tiga orang temannya menyambut dengan teriakan takbir dan tangan mengepal menandakan semangat perang sampai titik darah penghabisan.<br />
Rumah yang mereka tempati menjadi pusat perhatian, pusat pertempuran. Rumah yang tidak terlalu besar yang dindingnya terbuat dari batu bata dilapisi adukan semen halus. Cat putih pucat. Masing-masing orang dalam rumah itu sudah dilengkapi senjata lengkap untuk perang. Beberapa granat kiriman tadi siang sudah menunggu dilemparkan. Dan ratusan kilogram bahan-bahan untuk meracik bom berdaya ledak besar masih tersimpan di salah satu kamar rumah itu. Bahan-bahan racikan yang mampu meluluh lantakkan seisi dusun Sepisari hanya dengan sekali ledakan. Bahan-bahan yang sengaja disiapkan untuk dikirim ke Jakarta guna membumihanguskan istana negara.<br />
”Akhi, boleh ana mengirim sms kepada istri ana ?” lirih Pardi pada pria agak brewok tadi.<br />
”Tafadhal akh..”<br />
Pardi mengambil handphone agak jadul dari saku celananya. Sudah ada tiga sms yang belum sempat di bacanya. Tiga sms dari pengirim yang sama, ’Sarah Bidadariku’.<br />
Sms pertama.<br />
Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam *some text missing*<br />
Sms pertama terpotong.<br />
Sms kedua.<br />
Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan disisi Allah ada pahala yang baik [Ali Imron 195].<br />
Sms ketiga.<br />
Suamiku sayang, insyaAllah adek ridho dengan apa yang mas lakukan saat ini. Semoga menjadi amalan tersendiri buat mas. Adek sayang mas karena Allah. Doa adek selalu menyertai mas. Tunggu adek di surga ya mas.Oiya mas, dapat salam dari si kecil, kangen katanya.<br />
Air mata Pardi meleleh setelah membaca SMS dari istri tercintanya. Perlahan ia menulis sesuatu dalam handphonenya .<br />
Adek sayang, bidadari surgaku&#8230;jaga diri baik-baik ya dek. Mas juga sayang adek karena Allah. Jaga kesehatan demi si kecil dalam kandungan adek. Nanti kalau si kecil sudah lahir, beri dia nama Bani Mujahid ya dek. Salam sayangku untuk si kecil. Dek, adek belum lupa kan kalo hari ini ulang tahun pernikahan kita yang kelima? Mas selalu mencintai adek kemarin, hari ini dan selamanya bahkan sampai mas mati sekalipun. Allahu Akbar!! Assalamualaikum cintaku.<br />
Ditemani rasa cinta mendalam dan tetesan air mata, SMS itu melayang melesat jauh untuk Sarah, istri tercinta. Setelah memastikan SMS terakhirnya sudah terkirim, handphone itu ia hancurkan tak berbekas.<br />
”Allahu Akbar! Allahu Akbar!! Allahu Akbar!!!”.<br />
Gaungan semangat memenuhi seisi rumah. Mereka siap bertempur. Siap mati.<br />
***<br />
Tiba-tiba listrik padam. Sepertinya tuhan menumpahkan semua cat hitamnya pada kanvas semesta. Dusun Sepisari kelam hingga Bu Sutiyem tak lagi mampu melihat garis wajah putri kecil dalam gendongannya.<br />
”Perhatian kepada yang ada di dalam rumah! Segera keluar dengan tangan di atas! Kalian sudah dikepung! Serahkan diri! Jangan memaksa kami menggunakan senjata!” suara tegas Pak Komandan yang tak main-main menggunakan pengeras suara terdengar sampai ke balai desa memecah kesunyian dusun Sepisari. Tembakan ke udara satu kali mengiringi suara yang baru saja diserukan. Suasana makin tegang mencekam.<br />
Tak ada respon dari dalam rumah yang dikepung. Pak Komandan menembakkan bedilnya ke udara untuk kedua kali. Tetap tak ada respon. Tembakan ketiga pun akhirnya dilesatkan menembus langit lapis pertama.<br />
Dari dalam rumah menyambut dengan memberikan tembakan balasan ke arah tak tentu. Tanpa suara perintah dari Pak Komandan, ratusan pria berseragam serentak menembakkan peluru liarnya ke arah rumah. Suara dar der dor gaduh mengaduh membuncah membuat ramai dusun Sepisari. Beberapa warga di balai desa berteriak histeris. Pardi dan kawan-kawannya masih memberikan perlawanan membalas dengan menembakkan pelurunya secara beruntun. Masih ke arah yang tak tentu.<br />
Ratusan pria berseragam makin menggila menembaki rumah yang hanya berpenghuni empat orang itu. Agak lama tidak terdengar lagi suara tembakan balasan dari dalam rumah. Sesekali Pak Komandan menembakkan bedilnya ke arah rumah. Sudah tidak ada respon. Ratusan pria berseragam masih berjaga-jaga. Masih menunggu.<br />
***<br />
Tuhan mulai menggoreskan bulatan kemerahan dan garis-garis sinar merah ranum. Lukisan hitam mulai tampak berwarna cerah. Dari dusun sebelah, ayam jantan memulai paduan suaranya. Gema adzan mulai bersahut-sahutan. Beberapa warga dusun Sepisari sudah kelelahan dan larut dalam lelap, termasuk Bu Sutiyem dan putri kecilnya. Beberapa menit setelah panggilan tuhan berkumandang&#8230;.<br />
BOOM..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!<br />
Rumah yang jadi pusat pertempuran meledak dahsyat. Kepulan asap membumbung tingi. Genteng rumah hancur berserakan. Dinding-dinding rumah roboh tak beraturan. Putri kecil Bu Sutiyem terbangun diikuti warga lain. Pak Komandan dan ratusan pria berseragam tersentak hebat. Siaga satu!<br />
Lukisan alam raya sudah jadi. Sebuah lukisan berupa seorang wanita berwajah sejuk mengenakan jilbab merah hati. Tangannya mengelus si kecil dalam perutnya. Air mata bahagia tampak meliuk-liuk di atas lesung pipi halusnya. Bibir tipisnya berdesir lirih, ”Adek sayang mas Pardi kemarin, hari ini dan selamanya bahkan sampai adek mati sekalipun”</p>
<p style="text-align:justify;">Sukoharjo<br />
6 Oktober 2009<br />
Pukul 23.10</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=311&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/11/05/laskar-jahad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Es Buah Rumput Surga</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/10/07/es-buah-rumput-surga/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/10/07/es-buah-rumput-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Suli Al Fatih
Lidah api salah satu bintang galaksi bima sakti menjilat-jilat bumi. Rumput kecil dan padi yang mulai menghijau di persawahan seakan berteriak-teriak ”Air..! Air..! Air..!”. Atap rumah orang-orang terlihat mengeluarkan asap halus tak kasat mata. Apalagi yang terbuat dari seng. Jalanan tampak seperti mirip air meliuk-liuk tak kuat lagi menahan panasnya hawa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=309&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Oleh : Suli Al Fatih</p>
<p style="text-align:justify;">Lidah api salah satu bintang galaksi bima sakti menjilat-jilat bumi. Rumput kecil dan padi yang mulai menghijau di persawahan seakan berteriak-teriak ”Air..! Air..! Air..!”. Atap rumah orang-orang terlihat mengeluarkan asap halus tak kasat mata. Apalagi yang terbuat dari seng. Jalanan tampak seperti mirip air meliuk-liuk tak kuat lagi menahan panasnya hawa. Sepoi angin lari tunggang langgang entah kemana. Hijau dedaunan pohon rindang tak berkutik dibuatnya, tak mampu lagi menunjukkan keperkasaannya. Hanya dinginnya musim salju mungkin yang mampu meredam amarah suasana siang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">”Haduh-haduh panasnya hari ini..! Neraka bocor kali ya? Ya Allah berilah hamba seteguk air es dari surgaMu” gerutu Ardi dalam perjalanan ke kampus. Berboncengan dengan Aziz naik motor Shogun buatan tahun 2002 warna hitam berkolaborasi dengan warna merah. Semalam memang Aziz menginap di rumah Ardi. Rencananya hari itu mereka mulai puasa syawal, tapi karena bangun kesiangan niat baik mereka ditunda besok.</p>
<p style="text-align:justify;">Jam satu siang.</p>
<p style="text-align:justify;">”Ziz, lagi-lagi panas banget ya siang ini..”</p>
<p style="text-align:justify;">”Iya, biasanya kalo panas gini tanda-tanda mau turun hujan Di..”</p>
<p style="text-align:justify;">”Kamu ini <em>ngawur</em>, lha <em>wong</em> musim kemarau gini kok mau turun hujan, ya ndak mungkin lah”</p>
<p style="text-align:justify;">”Aku kan bilang ’biasanya’, kalo ndak hujan ya berarti ini ’luar biasa’ hehe..”</p>
<p style="text-align:justify;">Shogun mereka masih melaju kencang. Kecepatan di atas 80 kilometer per jam. Terbungkus jaket rapat ternyata makin membuat tubuh Ardi dan Aziz gerah, panas. Tapi kalau tidak pakai jaket semakin tambah panas. Jaket mereka sama-sama bertuliskan BEM FMIPA Universitas Negeri Sragen, ”Kaki Kita Menentukan Kemana Indonesia Melangkah”.<span id="more-309"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari arah rumah Ardi menuju utara melewati 4 jembatan mengantarkan mereka sampai di daerah pasar Bakungan. Lampu merah. Mereka berhenti tepat di belakang bus Jaya Abadi, besar. Knalpot kendaraan berbentuk balok raksasa itu mengeluarkan kepulan asap hitam pekat dan panas tepat mengenai motor Ardi dan Aziz, otomatis juga mereka berdua.</p>
<p style="text-align:justify;">”Ahh&#8230;.panasnya minta ampuuun..! Sopirnya gimana sih, nggak tau apa ya di belakangnya ada orang! Seenaknya aja..!! Huh” gerutu Ardi. Lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">”Kamu juga sih yang salah, lha <em>wong</em> berhenti kok di belakang bus, pas knalpot lagi. Ya udah deh nikmatin aja”</p>
<p style="text-align:justify;">”Kamu sih enak Ziz, di belakangku, lha aku&#8230;? Badanku bau asap ni.!”</p>
<p style="text-align:justify;">Lampu hijau. Mereka melanjutkan perjalanan ke kampus. Jalanan agak lebar, agak sepi. Ardi memacu motornya lebih kencang. Tak tahan lagi menahan amarah si bola api raksasa yang ukurannya berlipat-lipat dari ukuran bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">”Ziz, nanti kamu mau tak antar sampai mana?”</p>
<p style="text-align:justify;">”Di sekretariat BEM aja, aku mau ngelanjutin nulis skripsi. Target maret selesai nih. Doakan ya biar cepat menyusulmu!”</p>
<p style="text-align:justify;">”Halah..nulis skripsi apa nulis skripsi?? Nulis skripsi sambil tiduran ya mesthi? Akhir-akhirnya tidur..ya to??”</p>
<p style="text-align:justify;">”Yee..kamu jangan terlalu khusnudzon Di”</p>
<p style="text-align:justify;">”Tapi bener kan&#8230;? Kebiasaan kamu tuh”</p>
<p style="text-align:justify;">”Eh Di..panas-panas gini minum es buah pasti seger nih”</p>
<p style="text-align:justify;">”Boleh juga ide mu Ziz..! Tapi traktir ya..gantian”</p>
<p style="text-align:justify;">”Gantian?? Emang kamu pernah nraktir aku.? Perasaan belum pernah deh. Tapi <em>no problemo</em> lah, hari aku lagi banyak rejeki nih. Lebaran kemaren dapat uang fitrah banyak dari eyang, pakde dan bude”</p>
<p style="text-align:justify;">”Aku belum pernah nraktir ya? Ah itu mungkin cuma perasaanmu saja..hehe. Haah masih dapat uang fitrah?? Ck..ck..ck..berarti kamu masih kecil no..hehe”</p>
<p style="text-align:justify;">”Yee..yang namanya rejeki itu ndak baik kalo ditolak. Allah kan memberi rejeki pada semua manusia, bahkan pada semua makhluk tidak mengenal usia, anak kecil atau dewasa dan juga yang udah tua mau mati sekalipun”</p>
<p style="text-align:justify;">”Halah..ngeles! <em>nggih</em> Pak Ustadz..”</p>
<p style="text-align:justify;">Malaikat siang belum bosan memancarkan sinar-sinar neraka. Alam raya terpanggang, lautan mengering. Udara lebih mirip api beterbangan tak tampak oleh mata telanjang. Jalanan makin panas.</p>
<p style="text-align:justify;">”Eh Di..itu tuh ada yang jual es buah rumput laut. Minum disana aja, udah ndak kuat nih. Tenggorokanku kering kerontang”</p>
<p style="text-align:justify;">Aziz menunjuk seorang penjual es buah yang sedang mangkal di pinggir jalan dekat jembatan, biasa orang-orang menyebutnya dengan Jembatan Penantian. Mereka berhenti sejurus kemudian memarkir motor dengan aman. Tertulis di gerobak dorong milik penjual itu ”Es Buah Rumput Laut” dengan cat warna putih. Tak ada yang spesial, tak ada nama ataupun jargon sama sekali. Gerobak sederhana. Beberapa botol bening berukuran agak besar berisi bahan-bahan untuk membuat es buah rumput laut spesial sudah bertengger disana. Sebuah meja dan kursi panjang agak lapuk dengan peneduh dari kain plastik tertata rapi dan bersih di sisi utara gerobak. Benar-benar sederhana.</p>
<p style="text-align:justify;">”Bu, es buah nya dua ya..”</p>
<p style="text-align:justify;">”Iya mas, silakan duduk dulu”</p>
<p style="text-align:justify;">Sapa ibu penjual itu ramah. Seorang ibu penjual berusia setengah baya berwajah teduh putih bersih dengan jilbab warna coklat agak kusam dan rok panjang coklat kehitaman, tampak serasi. Sandal jepit alas putih dengan tali sandal warna coklat menambah keserasiannya. Si ibu mulai meramu bahan-bahan yang sudah tersedia dengan sangat cekatan. Perlahan tapi pasti. Sentuhan-sentuhan tangan yang begitu lihai, seolah tanpa melihat pun es buah rumput laut spesial sudah akan tersaji dengan lezat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil menunggu pesanannya jadi, Ardi mengutak-atik <em>handphone</em>nya, Nokia 6030 warna hitam elegan. Ia menekan tombol <em>unlock</em> kemudian menuju ke menu web. Ia buka situs favoritnya dan juga berjuta-juta manusia penghuni planet bumi, Facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">”Online..online..siang malam online..” sindir Aziz sambil menirukan iklannya Saykoji yang baru dilihatnya kemarin di televisi.</p>
<p style="text-align:justify;">”Bilang aja kamu ngiri Ziz, <em>hape</em> mu kan ndak bisa buat facebook-an, ya to?”</p>
<p style="text-align:justify;">”Wee..suudzon nih. Kenapa ya Di, aku ndak terlalu terlalu tertarik sama facebook? Sebenarnya aku sih juga punya akun di facebook tapi dah lama ndak tak <em>update</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">”Loh, lha kok tanya sama aku? Ya aku ndak tahu no ya..” jawab Ardi sekenanya sambil masih asyik melihat status-status <em>friends</em> facebooknya.</p>
<p style="text-align:justify;">”Gini Di..banyak orang yang tak perhatikan itu di facebooknya kayaknya terlalu bebas dan ndak ada aturan gitu. Kebanyakan ndak kenal waktu, tengah malam pun masih sempat-sempatnya <em>update</em> status. Banyak juga yang <em>upload</em> foto-foto narsis, buat apa coba? pamer? biar dipuji? Dan yang paling aku sebel nih, status-status yang ndak penting aja di tampilin di facebook! Si Susi kemarin statusnya ”Lagi S.E.B.E.L”, si Robert ”Pacarku, kamu emang brengsek..sek..sek!!”, si Anggi ”Sedang menemani tante belanja di pasar toge”, bahkan si Tini statusnya ”Lagi di WC nih..sakit perut..hehe” ck..ck.ck kok sempat-sempatnya ya <em>update</em> status, padahal lagi di kamar kecil!” jelas Aziz sambil geleng-geleng kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">”Ada juga sih yang bagus, ngajak ke arah kebaikan tapi semoga saja ndak terjerumus riya’. Seperti statusnya Fitri kemarin ”Sepertiga malam terakhir di Masjid penuh kenangan. Ku bersujud padaMu, Ku berserah padaMu.Ya Rabb, biarlah linangan air mata ini jadi saksi kelak pertemuanku denganMu. Aku mencintaiMu” jelas-jelas lagi qiyamullail, eh lha kok ya sempat <em>update</em> status!” tambah Aziz.</p>
<p style="text-align:justify;">”Ya kita khusnudzon saja <em>prend</em>. Kemarin aku baca majalah islam, ada ulasan tentang facebook. Sebenarnya facebook ini kan hanya sarana atau alat saja. Baik dan burukya ya tinggal orang yang menggunakannya. Orang yang baik tentu saja akan menggunakannya untuk sarana kebaikan, untuk dakwah. Ibarat pisau, ia akan baik jika digunakan untuk alat potong sayur di dapur. Tapi ia akan buruk bahkan dosa jika dipakai untuk membunuh. Betul ndak??” sambung Ardi.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">”<em>Monggo</em> mas es buah nya” ibu penjual menghentikan percakapan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">”Oo <em>nggih</em> Bu..jazakallah” sambut Ardi spontan.</p>
<p style="text-align:justify;">”Waiyyakum” balas ibu penjual.</p>
<p style="text-align:justify;">Ardi dan Aziz <em>melongo</em> mendengar kata ’Waiyyakum’ dari bibir ibu itu. Jawaban yang tidak biasa, yang biasanya hanya mereka dengar dari mulut teman-teman sesama aktivis dakwah di kampus.</p>
<p style="text-align:justify;">Es buah rumput laut spesial sudah terhidang di hadapan mereka, siap disantap.</p>
<p style="text-align:justify;">Sendokan pertama.</p>
<p style="text-align:justify;">”Wuah&#8230;.! mak nyusssssss! Alhamdulilaaaah! Benar-benar nikmat ya Ziz? Gratis lagi..!hehe”</p>
<p style="text-align:justify;">”Iya, selalu bersyukur Di..meski hanya semangkuk es buah rumput laut”</p>
<p style="text-align:justify;">”Iya..iya..kamu emang teman baikku Ziz”</p>
<p style="text-align:justify;">”Alah, kalo minta dibayarin aja, sukanya muji-muji..”</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah asyiknya Aziz menikmati es buah itu, tatapan mata Ardi melesat cepat ke arah ibu penjual. Si ibu duduk di samping gerobak dorong, nampak tangannya sedang mencari-cari sesuatu dalam gerobak di bagian bawah. Tak lama ibu itu mendapatkan yang di cari, sebuah mushaf Al Qur’an. Mushaf terjemahan agak tebal tanpa sampul, agak lusuh dan kelihatan ada sedikit robekan di halaman depan. Dengan hati-hati tangan ibu itu memegangnya. Takut kotor, ia memegangnya menggunakan sapu tangan warna pink agak memudar. Lirih, ia mulai membaca ayat-ayat dalam surat cinta dari Sang Maha Mencintai. Ardi terkagum-kagum.</p>
<p style="text-align:justify;">Sendokan kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini rasanya berbeda. Sungguh nikmat tiada tara. Baru pertama kali merasakan es buah selezat ini, pikir Ardi. Senikmat es buah yang bahan-bahannya diambil langsung dari tanaman-tanaman surga. Es diambil dari salju yang turun laksana gerimis hujan berbondong-bondong berjatuhan ke tanah surga. Susunya berasal dari salah satu telaga yang mengalir deras di bawah surga. Rumput lautnya dipetik dari rerumputan hijau yang tumbuh di sekitar istana sang ratu bidadari surga. Kesemuanya diramu oleh ratusan bidadari surga nan cantik jelita yang kelihatan malu-malu saat disapa mesra. Diracik dengan berjuta-juta ramuan cinta, membuat hamba-hamba terpukau seribu tahun bila menikmatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tenggorokan kedua sahabat itu basah kuyup oleh guyuran nikmat es buah yang dingin membeku. Udara sudah tidak terasa panas lagi. Bola api raksasa sudah padam. Awan-awan putih berlarian berlomba-lomba menutupi cahaya panas. Malaikat siang bertekuk lutut di hadapan ketawadhuan ibu penjual es buah rumput laut.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sungguh lezat es buah rumput surga ini. Terimakasih ya Allah” gumam Ardi melanjutkan ke sendokan ketiga, keempat dan seterusnya sampai tak tersisa setetes jua.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">[Terimakasih untuk ibu penjual es buah rumput laut di dekat jembatan Ngombakan atas inspirasinya. Es buah rumput lautnya hmm…enyaaak J ]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sukoharjo</p>
<p style="text-align:justify;">5 Oktober 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Pukul 16.20</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=309&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/10/07/es-buah-rumput-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen Motivasi &#8211; Math05 On Vacation -</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/08/18/cerpen-motivasi-math05-on-vacation/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/08/18/cerpen-motivasi-math05-on-vacation/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 07:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan dibawah ini adalah cerpen yang saya buat saat piknik keluarga besar Math05 MIPA UNS. Terbungkus dalam sebuah bingkisan kado yang akan disaling-tukarkan. Selamat yak buat yangdapat kado ini. Untuk yang ga dapat tenang ae..ni cerpennya tak share  
Simak yak..
____________________________________________________________
Di suatu suatu senja yang indah ketika tiba saatnya sang mentari kembali ke peraduan..
“Ayah, buku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=305&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tulisan dibawah ini adalah cerpen yang saya buat saat piknik keluarga besar Math05 MIPA UNS. Terbungkus dalam sebuah bingkisan kado yang akan disaling-tukarkan. Selamat yak buat yangdapat kado ini. Untuk yang ga dapat tenang ae..ni cerpennya tak share <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Simak yak..</p>
<p style="text-align:justify;">____________________________________________________________</p>
<p style="text-align:justify;">Di suatu suatu senja yang indah ketika tiba saatnya sang mentari kembali ke peraduan..</p>
<p style="text-align:justify;">“Ayah, buku ini bagus sekali. Beli dimana Yah?” Tanya seorang anak kepada anaknya sambil menunjukkan sebuah buku berukuran agak kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">“Oh..buku itu Ayah ndak beli kok Nak. Itu yang ngasih temen kuliah Ayah dulu” jawab si Ayah.</p>
<p style="text-align:justify;">“Yang ngasih?? Kata si Anak keheranan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Wah, temen Ayah itu baik sekali ya, suka memberi hadiah” tambah si Anak.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Ayah mulai bercerita.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-305"></span></p>
<p style="text-align:justify;">“Buku itu Ayah dapatkan dalam acara piknik bareng temen-temen kuliah Ayah. Kami piknik ke Jogja. Obyek yang kami tuju saat itu ada dua yaitu Tamansari dan Pantai Siung. Nah, dipantai itulah buku itu Ayah dapatkan. Waktu itu semuanya diminta membawa bingkisan kado seharga 3 ribu rupiah, dibungkus Koran trus dikasih kata-kata motivasi. Selanjutnya semua kado saling ditukar. Ya udah deh, akhirnya Ayah dapat buku itu”</p>
<p style="text-align:justify;">“Lho kalo dilihat, buku itu sepertinya harganya mahal Yah” kata si anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hati sang Ayah berkata,”Huu..mahal apanya! Lha wong buku bekas kayak gitu aja kok! Paling harganya nggak sampai 10 ribu!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Iya Nak, temen Ayah itu kayaknya terlalu baik, karena tega memberi hadiah ‘semahal’ ini” kata Ayah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah melanjutkan ceritanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Oiya Nak, saat mendapatkan bungkusan kado ini, lalu Ayah membukanya. Di dalamnya ada buku ini dan juga kata-kata motivasi dari temen Ayah itu. Kata-kata motivasi itu membuat Ayah sangat terharu dan semakin bersemangat menatap masa depan. Sampai kini pun, Ayah masih menyimpan lembaran kata motivasi itu”</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Ayah mengambil lembaran yang berisi kata motivasi itu dan diberikan pada si Anak untuk dibaca. Dan sang anak pun membacanya..</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">”Saudaraku, tahu nggak kenapa jari-jarimu dipisahkan oleh sela-sela kosong? Karena Allah tahu, suatu saat akan ada yang mengisi kekosongan itu, kemudian menggenggam erat dan berkata,”Jangan putus tali persaudaraan kita yak..!”</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku, mungkin hadiah ini harganya tidak seberapa. Aku yakin kau pun tahu bahwa buku ini hanya buku bekas..hehe. Tapi bukan itu saudaraku..jangan dilihat dari harganya, tapi lihatlah ketulusanku (ciee kadang aku narsis juga ya..hehe), eh bukan itu dinx, tap lihatlah manfaat dari buku ini. Semoga bermanfaat bagimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Eh, tapi jangan suudzon dulu lho ya. Aku memberikan buku berjudul ”Misteri Menjelang Ajal” ini bukan bermaksud mendoakanmu cepat mendapat gelar almarhum, sungguh bukan itu maksudku. Aku hanya ingin agar kita saling mengingatkan saja bahwa memang semakin lama kita hidup di dunia ini, kita justru semakin dekat dengan kematian. Makanya kita harus saling mengingatkan dan saling mendoakan. Kita harus harus selalu ingat, Izrail selalu mengintai kita. Kalau nggak percaya, coba deh tengok ke kiri atau ke kanan, mungkin ada Izrail tuh..hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku, sekarang saatnya aku memberi kata motivasi padamu, dengarkan baik-baik ya..! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku, banyak warna dalam hidup kita. Ada yang tetap bertahan, tetapi tidak sedikit yang pergi. Beginilah kehidupan mengajarkan kepada kita tentang ukhuwah, pengorbanan dan keikhlasan. Mungkin seringkali kita merasa lelah dengan kehidupan kita. Bahkan kita mungkin kadang bertanya,”Ya Allah, kapan hamba bisa beristirahat?”. Mungkin saat itu Allah akan berkata,”Ketika kau telah menginjak surga”</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, kadang-kadang perjuangan tidak selalu mulus. Mungkin jika Allah membiarkan kita hidup tanpa hambatan, justru itu akan membuat kita lumpuh tak berdaya. Selalu OPTIMISLAH! Dan jangan pernah menyerah tanpa usaha. Milikilah mental BAJA! Pantang mengeluh menghadapi hambatan! Dan selalu berusahalah melakukan yang TERBAIK!!</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku, ingatlah bahwa kebanggaan sejati adalah senantiasa berbuat yang terbaik, meskipun tidak ada yang melihat dan mengawasi. Kualitas karya kita akan menjelaskan ’siapa kita’ yang sebenarnya. Coba deh kamu buka Al Qur’an surat At-Taubah ayat 105.</p>
<p style="text-align:justify;">Eh, sudah ya kata motivasinya, udah kepanjangan kayaknya. Nanti ndak malah kayak ndongeng..hehe. Sebagai penutup, nih ada kata-kata bagus dari sebuah senandung yang aku dengerin pas aku nulis tulisan ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>bukankah hati kita telah lama menyatu</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>dalam tali kisah persahabatan ilahi</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>pegang erat tangan kita terakhir kalinya</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>hapus air mata meski kita kan terpisah</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>selamat jalan teman tetaplah berjuang</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>semoga kita bertemu kembali</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>kenang masa indah kita</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>sebiru hari ini</em></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">”Yah, nama temen Ayah itu siapa?” tanya sang Anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Belum sempat Ayah menjawab, adzan magrib berkumandang.</p>
<p style="text-align:justify;">”Ayo semuanya, buka puasa dulu. Sudah adzan tuh”</p>
<p style="text-align:justify;">Panggilan sang ibu menghentikan percakapan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu hari pertama bulan ramadhan.</p>
<p style="text-align:center;">SELESAI</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:right;">Dari saudaramu,</p>
<p style="text-align:right;">Suly</p>
<p style="text-align:right;">M0105010</p>
<p style="text-align:right;">- 17/08/09/ 23.40 pm -</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=305&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/08/18/cerpen-motivasi-math05-on-vacation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita adalah SAHABAT..kemarin, sekarang, nanti dan selamanya..!!</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/07/21/kita-adalah-sahabat-kemarin-sekarang-nanti-dan-selamanya/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/07/21/kita-adalah-sahabat-kemarin-sekarang-nanti-dan-selamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 13:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[
Diiringi nasyid KitaSama.mp3 by Faliq, saya mulai menulis cerita ini. Selasa 7 Juli 2009 adalah hari yang indah menurut saya. Hari ini saya dapat hadiah, ya hadiah karena memenangkan sebuah kompetisi, bukan kompetisi besar namun begitu berkesan. Hari ini critanya ada perpisahan sama anak-anak media UKMI dirumahnya pak kabid di daerah Mojosongo. Walaupun tidak semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=302&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="fi-FI">Diiringi nasyid KitaSama.mp3 by Faliq, saya mulai menulis cerita ini. Selasa 7 Juli 2009 adalah hari yang indah menurut saya. </span><span lang="sv-SE">Hari ini saya dapat hadiah, ya hadiah karena memenangkan sebuah kompetisi, bukan kompetisi besar namun begitu berkesan. Hari ini critanya ada perpisahan sama anak-anak media UKMI dirumahnya pak kabid di daerah Mojosongo. Walaupun tidak semua bisa datang, tapi banyak kok tadi yang datang. Di ikhwan ada Pakdhe Fajar, Om Topan, Bang Rudin dan juga Raden Mas Suly </span><span style="font-family:Wingdings;"><span lang="sv-SE"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></span><span lang="sv-SE">. Sedangkan di akhwat ada Budhe Dewi, Jeng Siska, Teteh Ika, Neng Dwi, Tante Siska,  Roro Asti dan juga Mbak Evi. Sebelum acara ini, bocah-bocah di sms i untuk datang sekalian mempersiapkan sebuah cerpen religi dan berhubungan dengan bidang media. Untuk dilombakan gitu critanya. Ternyata pak kabid dan bu sekbid udah menyiapkan 3 hadiah untuk 3 jenis pemenang yaitu Crew Media Ikhwan Terbaik, Crew Media Akhwat Terbaik dan juga Cerpenis media terbaik. Dan ternyata Alhamdulilah saya dapet menyabet gelar sebagai Cerpenis Terbaik versi anak-anak media <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Judul cerpen saya adalah </span><span lang="sv-SE"><strong>Kita adalah SAHABAT..kemarin, sekarang, nanti dan selamanya..!! </strong></span><span lang="sv-SE">Sepertinya saya punya bakat menulis nih..hehe. Sebenarnya berawal dari 1 tahun yang lalu ketika saya mengkhatamkan novel KCB jilid 1 dan 2. Sejak itu saya punya keinginan menulis sebuah novel. Ya..novel yang bisa menyaingi KCB. Semoga ini menjadi awal yang baik </span><span style="font-family:Wingdings;"><span lang="sv-SE"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></span><span lang="sv-SE">.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Yah mungkin itulah saat-saat terakhir yang indah bersama mereka</span><span lang="sv-SE">..sahabat-sahabatku di media UKMI, karena mungkin saat ini saya sudah off dari organisasi kampus, dan mungkin juga ’off’ dari UNS..hehe karena Jumat besok saya mau pendadaran! Doakan ya saudaraku..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Mungkin 5 atau 10 tahun lagi kita akan bisa berkumpul kembali, mungkin bersama putra-putri kita </span><span style="font-family:Wingdings;"><span lang="sv-SE"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></span><span lang="sv-SE">. Kita akan merindukan saat-saat seperti tadi..dalam sebuah naungan ukhuwah yang begitu indah. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Terima kasih sahabatku.. Awal karir organisasi saya adalah di HMJ kemudian beralih ke BEM dan akhirnya saya akhiri di LDK bersama UKMI tercinta. Terima kasih untuk semuanya..tausiah, silaturahim, makan-makan, syuro-syuro, dan juga kerjaan-kerjaan yang ada (ya siaran lah, nyebar buletin lah, nyari sponsor lah, panitia ini itu lah..pokoknya semua). InsyaAllah itu semua akan menjadi sesuatu yang tidak terlupakan. Dan sampai berjumpa lagi beberapa waktu yang akan datang mungkin dalam forum dan wadah yang berbeda.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Pasti penasaran cerpen saya kayak apa sih kok bisa menang?hehe..</p>
<p style="margin-bottom:0;border-color:0 0 #000000;border-style:none none solid;border-width:medium medium 1pt;padding:0 0 .04cm;" lang="sv-SE" align="justify">Ni simak aja cerpennya..sebenarnya sederhana sih, tapi mungkin lucu kali ya..</p>
<p style="margin-bottom:0;border-color:0 0 #000000;border-style:none none solid;border-width:medium medium 1pt;padding:0 0 .04cm;" lang="sv-SE" align="justify"><span id="more-302"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pagi itu kira-kira jam 02.00 pagi setelah Reno selesai mengerjakan sholat tahajud, pandangannya terpaku pada sebuah album foto kenangan. </span><span lang="sv-SE">Dia mulai membuka foto-foto yang ada di dalam album itu. Dinginnya malam seakan tak terasa tatkala dia menemukan sebuah foto, ya sebuah foto yang membuat badannya hangat. Melihat foto itu, semangat mudanya kembali menggelora. Di balik foto itu tertulis sebuah kalimat,”Kita adalah sahabat..kemarin, sekarang, nanti dan selamanya..!!”. Ya itu adalah foto Reno bersama teman-temannya saat dulu masih tergabung dalam sebuah lembaga dikampusnya. Dia seakan ingin kembali ke masa itu. Dia merindukan ukhuwah yang dulu sangat terasa begitu indah. Terbayang pada tingkah polah teman-teman seperjuangan yang kadang bikin emosi tapi juga kadang membuatnya tersenyum. Dia rindu dengan syuro-syuro yang biasanya diundang hanya lewat sms oleh kabid ataupun sekbidnya. Dia mulai bertanya dalam hati, penasaran dengan keadaan teman-temannya sekarang. Pikirannya melayang..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Wah pak kabid sekarang kayak apa ya? Dah punya anak berapa dia sekarang?”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Si Jevry gimana ya kabarnya? Wah dulu dia yang sering bolos syuro tuh..jadi sering dimarahin pak kabid..kasihan dia”</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span lang="sv-SE">Si Fitri tambah gemuk nggak ya..? ehm dulu dia sering diledekin bu sekbid tuh katanya kayak ‘tiang listrik’ hehe”</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Ah..indahnya saat-saat itu..Aku kangen mereka” gumam Reno.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Dia teringat saat-saat paling indah bersama mereka. Saat itu adalah saat-saat perpisahan karena memang periode mereka sudah berakhir. Walaupun moment perpisahan, tapi ternyata berakhir dengan bahagia. Perpisahan di adakan di rumah pak kabid. Teman-teman diminta kumpul di belakang kampus jam7. Eh namanya Indonesia..kadang sulit mengubah kebiasaan buruk. Lagi-lagi telat! Jam setengah 9 baru berangkat. Hanya pak kabid dan Bu Sekbid saja yang datangnya OnTime. Yah karena mereka berniat ingin memberikan keteladanan yang baik pada staf-stafnya. Oh iya, Reno juga datang ontime karena memang dia itu orangnya paling rajin</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span lang="sv-SE">Darimana saja akh </span><span lang="sv-SE">Jevry, jam segini kok baru datang”Tanya pak kabid pada Jevry yang datang jam8 kurang 10 menit.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Waduh afwan pak, tadi bada subuh kan saya bantu-bantu ibu bersih-bersih kasur..eh setelah kasurnya bersih, kasurnya begitu menggoda saya pak..ya udah deh saya ketiduran di kasurnya..”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">“Kalo antum, akh Rudi kenapa telat?”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">“Ehm..anu..ehm..anu pak..”(sambil gigit jari, Rudi bingung memberikan jawaban)</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Anu..anu gimana?”Tanya pak kabid</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span lang="sv-SE">Saya juga ketiduran di kasur sama Ahmad..”</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Lho…?” pak kabid jadi bingung</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Iya..rumah saya kan dekat dengan rumah Jevry, pas mau bersihin kasur, dia minta bantuan saya..nah trus dia duluan tuh yang ketiduran, dan biar adil makanya saya juga ikut ketiduran..”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Dasar..!!” geram pak kabid</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Di samping itu, hal yang sama juga terjadi di akhwat.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Kok baru datang to ukh?”Tanya bu sekbid pada Fitri.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Iya ukh, afwan. Tapi suer kok keterlambatan saya ini bukan karena ketiduran kok. Sungguh..serius..percaya deh” jelas Fitri</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">“Iya terus kenapa telat?”tanya lagi bu sekbid.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span lang="sv-SE">Tadi saya jam6 sudah siap berangkat, sudah mandi dan juga sudah sarapan. Nah karena kumpulnya jam7 jadi saya nunggunya kan kelamaan tuh, jadi saya ke warnet dulu. Mau nyari jurnal dan materi kuliah sama sekalian update status di Facebook..hehe. Nah tau-tau ada temen saya yang ngajakin chating..ya udah deh jadi keasyikan trus lupa gitu..afwan ya ukh..jangan marah ya. Ntar kelihatan jelek lho kalo marah..” Fitri mulai menggunakan jurusnya biar ga dimarahi bu sekbid..namanya jurus rayuan maut.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span lang="sv-SE">Trus ni ukhti Ais kenapa telat?”Tanya bu sekbid pada </span><span lang="sv-SE">Aisyah.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span lang="sv-SE">Ya iya lah bu, yang chating sama Fitri kan saya..!” </span><span lang="sv-SE">jawab Aisyah tanpa merasa berdosa.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“<span lang="sv-SE">Ayo sudah..sudah. langsung berangkat saja ndak selak siang..!” </span><span lang="sv-SE">ajak Reno dengan bijak.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Perjalanan ke rumah kabid pun dimulai. Perjalanan yang penuh dengan aral rintangan karena memang rumah pak kabid itu agak pelosok dan jalannya pun belum di aspal.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Terbayang dalam pikiran Jevry..”Wah pasti nanti full makanan enak-enak nih..asyik..” Maklum si Jevry itu memang doyan makan..apalagi kalo gratis. Dan khusus hari itu dia emang sengaja dari rumah ga sarapan dulu biar nanti bisa nampung banyak makanan dirumah pak kabid.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Lain lagi dalam fikiran Aisyah..”Wah asyik ni nanti bisa ketemu sama bapak ibunya pak kabid..hehe..trus nanti&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Belum selesai mengkhayal tiba-tiba Fitri yang mboncengin Aisyah dengan motor SupraX nya langsung nyeletuk,”Eh ukh nanti bensin nya paroan lho ya..awas kalo ga mau! Ini motor soalnya juga pinjam sama temen kos..”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">”Iya..iya..beres! tenang aja ukh, saya tau kok kalo anti lagi ga punya duit..” jawab Aisyah</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">”<span lang="sv-SE">Heh bukan begitu ukh, saya cuma mau ngasih kesempatan beramal untuk anti juga..masak cuma saya yang dapet pahala beramal..jadi biar bisa sama-sama dapat pahala gitu..” </span><span lang="fi-FI">Fitri berkilah.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="fi-FI">Setelah 20 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di lokasi kejadian. Rumah pak kabid. Rumah itu bercat biru dan ada kolam ikan di depannya. Rumah sederhana yang indah. Terasa sejuk ketika masuk dirumahnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">Sampai dirumah rombongan langsung disambut hangat oleh orang tua pak kabid.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">”Assalamualaikum..” Fitri mendahului mengucapkan salam dan mencium tangan ibu pak kabid.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">”Wa’alaikumsalam..ayo..ayo masuk. Anggap saja rumah sendiri” jawab kedua orang tua pak kabid.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">Fitri mulai menghayal lagi,”Wew..sudah diminta menganggap seperti rumah sendiri nih..hehe”</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">Setelah mereka masuk rumah, acara perpisahan pun  dimulai. Acara itu dimulai dengan training oleh salah seorang staff dan pembacaan cerpen. Memang sebelum acara perpisahan itu, jauh-jauh hari temen-temen diminta untuk membuat sebuah cerpen.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Banyak kreasi cerpen yang mereka buat.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Aisyah membuat cerpen dengan tajuk ”Ketika Cinta Beristighfar”, dia terinspirasi oleh film KCB yang baru saja dilihatnya di bioskop beberapa waktu yang lalu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Jevry membuat cerpen dengan judul,”Lapar yang tak tertahankan”, sebagai gambaran tentang keadaan dirinya saat itu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Rudi cerpen nya berjudul,”Semalam di Rumah Ayah”. Maklum dia baru mudik dan cuma di rumah satu malam trus langsung balik kampus.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Pak kabid membuat cerpen berjudul,”Kalian sahabat terbaikku..” sedangkan bu sekbid membuat cerpen dengan judul ”Ketika kita harus berpisah”. Sedangkan si Fitri, judulnya ”Aku anak sholihah”. Dia memang orangnya agak narsis gitu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">Lalu dimulailah cerpen-cerpen mereka dibaca satu-per satu. Selagi cerpen dibaca, hidangan yang dtunggu pun akhirnya keluar juga.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">”Nah..ini nih yang ditunggu-tunggu” spontan Jevry riang gembira.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">”Ayo..semua ini dimakan dulu ndak selak dingin nanti” pinta ibunya pak kabid.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">”Iya bu tenang saja, pasti saya habiskan. Nanti kalo ga habis, boleh dibawa pulang kan bu?hehe” canda Jevry.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">”Iya boleh dibawa pulang asal nanti bantu nyuci piring dulu disini selama 1 minggu..hehe” balas canda ibu pak kabid</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">”<span lang="fi-FI">Ayo semuanya kita makan dulu..” </span><span lang="fi-FI">pak kabid mulai mengajak teman-temannya makan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">Mereka pun makan bersama..oh indahnya makan bersama. Sederhana, tapi terasa sangat nikmat karena dibumbui dengan bumbu ukhuwah. Lauknya pun krupuk yang sangat lezat, ’Krupuk Cinta’ namanya..</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">Setelah selesai makan, pembacaan cerpen dilanjutkan kembali.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="justify">Setelah semua cerpen terbaca, pemenang cerpen diumumkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Dan yang menjadi pemenang saat itu adalah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span><span lang="sv-SE"> RENO..! dengan cerpennya yang berjudul ”</span><span lang="sv-SE"><strong>Kita adalah SAHABAT..kemarin, sekarang, nanti dan selamanya..!!</strong></span><span lang="sv-SE">”.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify">”Abi sedang apa kok melamun jam segini?” tanya istri Reno membuyarkan lamunan Reno. Jam menunjukkan jam03.00 pagi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="center">SELESAI</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI" align="right">-Suly-</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=302&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/07/21/kita-adalah-sahabat-kemarin-sekarang-nanti-dan-selamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kali ini bukan cubitan</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/07/06/kali-ini-bukan-cubitan/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/07/06/kali-ini-bukan-cubitan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 04:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini hasil kerjasama dengan Vika..sebenere sih dia juga ngopy..hehe
Simak yak..!
&#8220;diambil dari tulisan Ust, Hatta Syamsudin, Lc&#8221;
Mohon maaf, sekali lagi memprovokasi dan entah berapa kali lagi saya harus memprovokasi. Semoga cerpen yg saya tulis lima tahun yang lampau di Sudan ini bisa sedikit menggoyahkan pendirian para ikhwan. Agar setengah dien itu cepat terpenuhi, agar segala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=299&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tulisan ini hasil kerjasama dengan <a href="http://kaka-vika.blogspot.com/" target="_blank">Vika</a>..sebenere sih dia juga ngopy..hehe</p>
<p style="text-align:justify;">Simak yak..!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;diambil dari tulisan Ust, Hatta Syamsudin, Lc&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mohon maaf, sekali lagi memprovokasi dan entah berapa kali lagi saya harus memprovokasi. Semoga cerpen yg saya tulis lima tahun yang lampau di Sudan ini bisa sedikit menggoyahkan pendirian para ikhwan. Agar setengah dien itu cepat terpenuhi, agar segala gundah dalam hari segera sirna. Agar kuat dakwah ini, jika ditopang dengan kader2 yang tangguh luar dalam &#8230; selamat terprovokasi, dan selamat tinggal keraguan.</em><br />
_____________________________________________________________________<br />
<strong>SELAMAT TINGGAL KERAGUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rini Cahyani, nama yang telah menggetarkan seluruh persendianku. Delapan bulan yang lalu. Tepatnya setelah dua bulan dari kelulusanku dari jurusan Teknik Industri kampus UI Depok.<br />
Nama itu muncul di bagian paling atas dua lembar kertas yang disodorkan Ustad Madani padaku. Sebuah nama yang masih asing bagiku. Namun justru itulah yang membuat jantung ini berdebar lebih cepat. Wajahkupun tak malu mengeluarkan rona merah-birunya. Aku penasaran ? Jelas !<br />
Tetapi untunglah ustad dapat menangkap gelombang penasaran dalam raut mukaku. Setelah sempat terdengar batuk-batuk ringan, beliau mulai mengeluarkan suara khasnya.<br />
&#8221; Gimana akhi, sudah antum baca semua biodatanya khan ..?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-299"></span><br />
Aku tak langsung menjawab. Semua butuh kehati-hatian. Setiap kalimat yang meluncur dari lisanku saat ini, dapat mengubah jalan hidupku di masa mendatang. Tetapi ustad Madani masih terus menebak-nebak alur pikiranku,<br />
&#8220;Apakah beliau tidak memenuhi kriteria yang antum tuliskan ? &#8220;<br />
&#8221; Bukan begitu ustad, tapi… &#8220;,. Sekali lagi aku harus berpikir keras.<br />
&#8221; Toyyib, antum baca deh terlebih dahulu. Tapi jangan lupa teh dan gorengannya jangan dicuekin ya .. &#8220;<br />
&#8221; Kalau yang itu… nggak usah ditawarin. Insya Allah kita habiskan  Ustad….&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ustad tersenyum renyah meninggalkan aku dalam bingung. Bukan sekedar bingung. Ada getaran aneh tapi agung dalam kebingunganku. Sementara dua lembar kertas di tanganku malah semakin angkuh. Mencoba menari-nari dalam hatiku.<br />
Masalah tidak memenuhi kriteriaku ? Ah, sebenarnya itupun bukan sesuatu yang kaku bagiku. Namun bagaimanapun aku harus lebih teliti. Kubaca dengan cermat deretan kalimat-kalimat dibawah nama tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Nama… Rini Cahyani bin  Soewandi …..</em><br />
Soewandi ..? orang Jawa ? atau bahkan keturunan keraton Surakarta ?. Gimana kalo jadi nikah nanti, apa harus pakai adat jawa ? Ditonton ratusan orang di bangsal kencana ?. Memakai blangkon dan keris yang tersembunyi ? Wah ! Apa kata Dunia Islam nantinya ? Seribu satu pertanyaan yang kurang esensial mulai bersliweran mengganggu pikiranku. Aku beristighfar tiga kali. Nampaknya syaitan masih bersemangat untuk menunda-nunda azamku untuk menikah. Bisikannya yang bertabur keraguan itu harus segera kuenyahkan.<br />
Bismillah. Mulai kubaca lagi deretan selanjutnya dengan lebih teliti. Tiap huruf, kata bahkan koma dan titik sangat menentukan !!.Semoga ustad lebih sabar menunggu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tempat Tanggal Lahir… Magelang, 23 Juni 1978..</em><br />
Magelang ? Pasti suku Jawa. Aah.. bukan masalah besar. Toh aku tak pernah mencantumkan jenis suku pada daftar kriteria yang aku serahkan pada ustad. Apalagi orangtuaku paduan dinamis dari suku Melayu dan Bugis. Dan tak pernah kulihat ada pertikaian yang menyangkut SARA di rumahku.<br />
Tapi bagaimana kalau ortunya Kejawen ? Hiii…bagaimana kalau diharuskan mandi kembang tiap malam jumat nanti. Brrr…dingin. Belum lagi nyuci keris dan seperangkat jimat tiap malam purnama ?. Wah, aqidah islamiyah dan dakwah bisa terancam nih. Apa kata Dunia Islam nanti ? Duh, pikiranku mulai ngelantur lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi tahun kelahiran ? 1978 ? Dua tahun lebih muda dariku. Ini berarti ada kesalahan. Apa mungkin ustad salah baca dengan permintaan tertulisku sepekan yang lalu ? atau beliau punya penafsiran lain ?. Kalau tidak salah, yang aku tuliskan dan inginkan adalah minimal seusia dengan ku, atau jika memungkinkan lebih tua sekian tahun dariku.<br />
Ini bukan sok pahlawan sebagaimana sering dituduhkan beberapa ikhwah kepadaku. Ini masalah muyul akhi, begitu aku menjawab tuduhan tersebut. Selama ini aku cenderung mudah berinteraksi dengan orang-orang yang lebih dewasa dariku.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ini ? dua tahun lebih muda ? Bagaimana kalau masih kekanak-kanakan ? Bagaimana kalau ngajinya belum lurus ? Mengapa ustad memberi pilihan yang ini sih ?. Kembali si syaiton asyik membenamkan pikiranku di lumpur keraguan. Kenapa aku harus terpedaya lagi ? Tsiqoh pada ustad adalah pilihan terbaikku saat ini. Bisa jadi umurnya masih muda, tapi dewasa dalam memaknai hidup. Yah, semoga.<br />
Kulanjutkan mencermati barisan kalimat  selanjutnya di secarik kertas HVS tersebut,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Alamat …. Perumahan Perwira TNI AL  Blok C 3 – Cilandak, Jakarta Selatan..</em><br />
TNI AL dan Soewandi ? Putri seorang perwira militer ? Calon mertuaku seorang militer ? Apakah ia juga mendidik putrinya dengan gaya militeristik ?. Bagaimana kalau sang putri ternyata lebih militer dari orangtuanya ? Bagaimana kalau aku harus di uji dulu lewat adu fisik dengan salah seorang anak buahnya ? atau bahkan kakaknya barangkali ? Sebagaimana kisah-kisah pendekar yang pernah aku baca di komik-komik waktu kecil dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, tak perlu ragu. Ini Cuma bisikan setan. Sekarang bukan jaman purba yang mengandalkan otot dan kekerasan. Lagi pula, kalau memang diperlukan, minimal aku masih bisa bertahan dengan sisa-sisa kejayaan latihan thifan-ku di kampus dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ku menoleh sebentar ke arah ustad Madani yang duduk di depanku. Nampaknya ia cukup paham dengan apa yang ada dipikiranku. Ia hanya tersenyum kecil, mengangguk, sedikit berdehem dan kembali larut dalam konsep khotbah Jum&#8217;at yang harus dibawakannya di Masjid UNJ besok siang.<br />
Aku pun kembali asyik menelaah deretan kalimat di secarik kertas, yang menurutku masih menyimpan berjuta misteri.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Pendidikan .. Lulus S 1 Fakultas Sejarah Universitas Gajah Mada tahun 2001..</em><br />
Nah ! Ini sesuai dengan kriteria, non eksakta. Aku lulusan eksak, teknik Industri dan ia anak sosial, non eksakta, insya Allah matching dan cukup mewakili konsep tawazun, Amiin.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Organisasi …Humas BEM, Keputian LDK, Remas, Pengajar TPA  dan bla…bla..bla&#8230;</em><br />
Aktifis kelas berat ? Siapa takut. Bukankah masa lima tahun kuliah telah kuhabiskan di berbagai kegiatan-kegiatan kampus. Baik ekstra maupun intra kampus. Cara kerja, kuliah, belanja, dakwah dan pergaulan ala aktifis semua sudah &#8216;mendarah daging&#8217; bagiku. So, kalau ketemu dengan aktifis yang satu ini, insya Allah tidak perlu susah beradaptasi. Semoga saja ya. Teriakku dalam hati.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Pekerjaan .. Guru Tetap di SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri Mata Pelajaran Sejarah</em><br />
Ya Allah .! Aku merasakan detak jantungku berjalan lebih cepat. Keringat dingin nampaknya akan menetes di dahiku. Wajahku tak ketinggalan ikut bereaksi. Tegang. Menambah keterkejutan yang melahirkan kegelisahan baruku.<br />
Tepat pada waktunya ! Ustad Madani menoleh sejenak ke arahku. Dengan mudahnya ia bisa menangkap kegelisahan yang tersirat dari wajahku. Masih dengan tenang. sejuk dan senyuman khasnya, ia menegurku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Ada yang mengganjal akhi ?&#8221;<br />
&#8221; Eeeng… ada.. Ustad, Anu… eee.. benarkah ukhti ini  salah seorang pengajar di SLTP IT Nurul Fikri, Depok ? &#8220;<br />
Ustad Madani membenarkan letak kacamatanya. Tanda rasa penasarannya mulai tergugah.<br />
&#8221; Ya, betul. Ukhti Rini baru dua minggu yang lalu diangkat sebagai pengajar tetap di sana. Sebelumnya, sudah tiga bulan ia mengajar sebagai guru honorer.&#8221;<br />
&#8221; Tapi, ustad …. &#8220;, aku terhenti sejenak untuk mencoba lebih tenang.<br />
&#8221; Ada yang antum risaukan dengan status gurunya itu ?. Bukankah itu pekerjaan yang sangat mulia akhi Fajar ? &#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pertanyaan yang wajar dan benar. Tidak ada yang salah dengan status ukhti Rini sebagai pengajar. Tapi, pengajar di SLTPIT Nurul Fikri ? Mungkinkah ia dan keluarganya akan menerima pinanganku nantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ustad Madani mulai menyelidiki lebih dalam,<br />
&#8221; Atau Akh Fajar masih ragu untuk menikah ? Ingat akhi, usia antum lebih dari cukup lho..!&#8221;<br />
&#8221; Eh..bukan begitu Ustad. Masalah nikah kan sudah ana azamkan setahun yang lalu. Tapi masalahnya ukhti ini…. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Ustad Madani tampak tersenyum dan memotong dengan pelan,<br />
&#8221; Ukhti Rini insya Allah jauh lebih siap dari antum akhi. Ana tahu persis tetang dia.  So, what&#8217;s the problem ?&#8221;<br />
&#8221; Ehm.. baiklah. Permasalahannya seperti ini Ustad, mungkin antum belum tahu. Awal bulan yang lalu perusahaan tempat ana bekerja bangkrut dan memecat semua karyawannya termasuk ana…&#8221;<br />
Ustad kembali menebak-nebak apa yang ada di benakku,<br />
&#8221; Jadi kembali ke masalah ma&#8217;isyah dan rizki nih … &#8220;<br />
&#8221; Bukan itu ustad, untuk pernikahan ini insya Allah ana masih ada simpanan….tapi  masalahnya ..&#8221;<br />
&#8220;Iya,  Masalahnya …..&#8221;<br />
Aku menarik nafas dalam-dalam. Bicara sama ustad Madani harus jelas. Jangan sampai beliau salah tafsir.<br />
&#8221; Masalahnya Ustad…. , sudah satu minggu ini ana diterima bekerja di SLTP Nurul Fikri . Tepatnya,…eeng… sebagai petugas kebersihan sekolah ….&#8221;<br />
Ah.. akhirnya.. keluar juga kelu dalam lisanku.<br />
Muka ustad Madani agak berubah. Kini beliau tahu permasalahanku sebenarnya. Yaitu….keenggananku sebagai seorang tukang sapu sekolah untuk bersanding dengan salah satu dewan gurunya.</p>
<p style="text-align:justify;">***********<br />
Muka pria setengah baya di depanku masih datar. Hanya sesekali asap rokoknya menambah ketegangan dalam jantungku. Kolonel Soewandi namanya. Yah, akhirnya aku datang juga di rumahnya. Berbekal iman dan takwa, begitu kata ustad Madani setengah jam yang lalu. Sebelum melepasku pergi untuk sebuah mission imposible ini. Baru kali ini aku meminang, putri solo, anak perwira militer lagi ! Ya Rabb !<br />
&#8221; Jadi, Nak Fajar lulusan Teknik Industri UI tahun kemarin ya….wah.. hebat. Ya…Terus, sekarang kerja di mana …? Perusahaan Asing atau di BUMN semacam Pertamina, Telkom, PJKA… atau malahan di Bulog ? &#8220;<br />
Perusahaan Asing ? BUMN ? .Gubraaaak ! Seolah kepalaku tertimpa dua batu bata yang di lempar dari arah berlawanan. Yang satu tepat mengenai wajahku, sementara sisanya tepat mengenai tengkorang belakangku. Uugh !<br />
&#8221; Ah.. tidak juga Pak. Sebelumnya saya sempat kerja di perusahaan Farmasi. Tapi sekarang saya satu kantor dengan Rini, putri Bapak .. &#8220;<br />
&#8221; Oooo….di mana itu… SLTP Nurul Fikri ya….bagus..bagus… cinta lokasi nih ceritanya ? &#8220;.<br />
Pak Soewandi sedikit tersenyum menggoda. Bagiku malah tambah menyeramkan. Cinta lokasi ? Memangnya saya aktor. Dan sejak kapan putrinya main film ?. Nah, Pertanyaan selanjutnya bisa di tebak …..Bismillah. Aku akan menjawabnya..meski kemungkinan terburuk aku mungkin akan di usir. Innallaha ma&#8217;ana.<br />
&#8221; Di sekolah, nak Fajar ngajar mata pelajaran apa ?. Kalau lihat latar belakang akademis, kalau Bapak nggak salah…pasti Matematika atau Fisika ya ..? &#8220;<br />
&#8221; Eee… tidak juga Pak. Saya belum mengajar. Saya masih ditempatkan di bagian Umum, dibawah koordinasi bidang Tata Usaha……&#8221;<br />
&#8221; Wah .. Bapak jadi bingung. Maksud nak Fajar jadi dewan Pengawas gitu…konkritnya gimana……. ? &#8220;<br />
&#8221; Engg…Tepatnya….saya jadi petugas kebersihan sekolah Pak ! &#8220;<br />
&#8221; Apaaaa ? Petugas kebersihan sekolah !!!!! &#8220;<br />
Beberapa detik berlalu dengan cepat. Diam. Tak ada suara dan gerakan sedikitpun keluar dari sosok berwibawa di hadapanku. Hanya bola matanya yang terus menatap tajam ke arahku. Mungkin ada yang janggal di wajahku.</p>
<p style="text-align:justify;">Diam dan bisu. Seolah kami telah bersepakat sebelumnya.<br />
Terlambat, sudah kepalang basah. Sudah terlanjur aku melangkah. Tak mungkin aku melarikan diri saat ini. Bisa-bisa, satpam rumah akan membekukku dengan bangga. Atau kemungkinan lain, bisa jadi Kolonel Soewandi sudah siap dengan pistol Bareta-nya, dan dengan mudah ia akan melumpuhkan kedua kakiku, sebagaimana sering kulihat saat liputan kriminal penangkapan bandar narkoba di televisi.<br />
Ngawur ! Kenapa aku masih suka ngelamun di saat-saat menentukan seperti ini ? Allahu akbar. Aku berseru dalam hati memohon kekuatan.. Apapun yang terjadi setelah ini, aku siap menerima kenyataan.</p>
<p style="text-align:justify;">***************</p>
<p style="text-align:justify;">“ Kaaak Fajaaaaar, hayoooo ngalamun dedee ya ? Kapan kita berangkat ke sekolah nih  ? “<br />
Astagfirullah ! Suara manja Rini, istriku, membangunanku dari lamunan yang menegangkan. Sementara tangan kananku masih setia dengan dua lembar kertas sumber lamunanku, beberapa menit yang lalu. Ah, terlambat ! Ketahuan ! Dua mata indah istriku menangkap cepat ke arah dua carik kertas di tangan ku.<br />
“ Eh, lagi baca apaan Kak ? hayooo….biodata dedee pas taaruf yaa ? Ngakuuu ? Pasti tadi lagi ngalamun aku too. .Nggak papa kok, Istrimu ini pantes kok buat bahan ngalamun…”.<br />
“ Adaaaaaw !!! “.<br />
Kali ini aku kalah sigap. Cubitan mesranya tepat menghujam pipi kananku. Istriku terus menggodaku manja, sementara rona merah biru kembali melanda raut mukaku. Enam bulan paska walimah, suasana bulan madu tetap abadi di rumah ini.<br />
“ Dee… kakak mau tanya serius nih, boleh ? “<br />
“ Serius ??? ada apa kak ? boleh nooo… aku kan istrimu… mitsaqon gholidzo…inget lo kak .. “<br />
“ Dee.. kalo boleh tahu, Bapak pernah cerita nggak sama dedee sebab beliau nerima kakak sebagai menantunya yang petugas kebersihan sekolah ? “<br />
“ Ooo… itu too yang dilamunin tadi…? “<br />
“ Dan tahu nggak ? Pas kakak bilang pekerjaan kakak tukang sapu… Bapak tuh sempat diam lamaa gitu… menatap tajam wajah kakak, sebelum akhirnya menyuruh kakak datang seminggu lagi… “<br />
“ Lha iya jelas Kak, lha wong salah satu pertimbangan Bapak nerima kakak kan wajah kakak ? “<br />
Bola mataku melebar. Ingin rasanya saat ini menyambar sebingkai cermin di ruang tengah, sekedar untuk meyakinkan hatiku tentang kebenaran ucapan istriku barusan.<br />
“ Lho Kok ? Maksud dedee pasti Bapak yakin yaa kalo wajah kakak bisa memperbaiki keturunan keluarga Raden Soewandi ? “<br />
“ Yeee…. GR banget nih Kakak ! Bukan itu maksudnya….Sebelum walimah, Bapak dulu pernah cerita ke dedee… Katanya, beliau nerima kakak tuh karena pas merhatiin wajah kakak kok kayaknya persis Letnan Mahmud, komandan peleton Bapak pas operasi integrasi Timor-Timur tahun 1975… Nah ceritanya.. Letnan Mahmud tuh yang nyelamatin Bapak dari berondongan peluru saat terjadi kontak peluru dengan milisi Freetilin yang brutal ! “<br />
Kembali dua bola mataku melebar.<br />
“ Wah…heroik banget ya, jadi ceritanya Bapak mengira saya anak Letnan Mahmud , trus mau balas jasa gitu yaa ? “<br />
“ Bukan, Letnan Mahmud justru meninggal tertembak peluru musuh sesaat setelah menyelamatkan Bapak…. Mungkin Bapak agak tersentuh melihat wajah kakak yang persis Letnan Mahmud, dan ingin terus mengenangnya dengan menjadikan kakak sebagai menantunya .gitchuuu…..”<br />
“ Oooooo… alah alaaaaaah…..Trus sekarang gimana ? “<br />
“ He..he…Sekarang ? Bapak pernah bingung lho, dan bilang sama dedee…sekarang kok suamimu jadi nggak mirip sama Letnan Mahmud yaa ? “</p>
<p style="text-align:justify;">Hem.. Aku tersenyum dalam ketenangan. Tidak salah dan tidak ragu lagi. Ini semua pertolongan Allah. Bahkan bukan saja saat diterimanya pinanganku oleh Kolonel Soewandi. Satu bulan setelah pernikahan, pihak sekolah mengangkatku jadi tenaga pengajar. Dan Alhamdulillah, sepekan yang lalu, aku resmi jadi guru tetap bidang Fisika di SLTPIT Nurul Fikri !.</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanallah, Walhamdulillah wa laa ila ha illa Allah !! Aku merenung lebih jauh atas segala yang kulalui saat proses menuju gerbang pernikahan. Jika seseorang telah berazam, dan meninggalkan segala keraguan, Allah pasti akan memudahkan !</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa tidak ? Bagaimana mungkin aku yang berambut lurus, berhidung standar pribumi, bisa serupa dengan Letnan Mahmud yang berambut cepak, dan keturunan Pakistan ? Subhanallah !<br />
“ Kaaaak ! berangkat sekarang yuuk, udah jam setengah tujuh loo …”<br />
&#8220;Iyyyaaaaa…!!!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sejurus kemudian, Istriku sudah sigap menodongkan kunci sepeda motor tepat ke arah keningku<br />
. Dor !<br />
Tiba-tiba wajahku memerah kembali. Ada yang mendarat telak di pipi kananku. Kali ini bukan cubitan.<br />
( selesai)</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=299&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/07/06/kali-ini-bukan-cubitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada yang tercinta Nada Fatiha, Padang</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/06/24/kepada-yang-tercinta-nada-fatiha-padang/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/06/24/kepada-yang-tercinta-nada-fatiha-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 09:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika Ummu Darda’ ditanya tentang amalan apa yang paling banyak dilakukan Al-shohabi Al-jalil Abu Darda’ RA? Ummu Darda’ berkata: “Hal yang paling banyak dilakukan Abu Darda’ adalah bertafakkur dan menginstrospeksi diri”. Shahabi Abu Darda’ bisa duduk berjam-jam bertafakkur dan berzikir menghayati ciptaan Allah, dengan itu beliau mendapatkan ketenangan jiwa dan keimanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=296&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;" dir="ltr">
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika Ummu Darda’ ditanya tentang amalan apa yang paling banyak dilakukan Al-shohabi Al-jalil Abu Darda’ RA? Ummu Darda’ berkata: “Hal yang paling banyak dilakukan Abu Darda’ adalah bertafakkur dan menginstrospeksi diri”. Shahabi Abu Darda’ bisa duduk berjam-jam bertafakkur dan berzikir menghayati ciptaan Allah, dengan itu beliau mendapatkan ketenangan jiwa dan keimanan yang kuat, karena hanya dengan berfikir dan menganalisa alam kita bisa memperkuat Iman pada Allah. Sayyidina Umar RA berkata:</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">“Hitunglah amalanmu sebelum Dihitung (akhirat)”</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Kita kan sama-sama tidak tahu kapan ajal datang menjemput, bisa saja sebelum atau sesudah membaca Surat ini kita disamperin malaikat maut, sebelum kita sempat bertaubat minta ampun pada Allah SWT. Rasulullah saw, bertaubat 100 kali setiap hari, beliau adalah orang pertama yang masuk surga, karena tidak akan dibuka pintu surga sebelum beliau masuk(al-hadist), tapi dengan jaminan itu beliau tetap bersyukur dan bertaubat 100 kali setiap hari! Bagaimana dengan kita wahai hamba Allah yang belum jelas juntrungannya?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Akhir-akhir ini saya sering berfikir, bertanya pada diri sendiri, apa yang telah kita lakukan selama ini? Mungkin bukan kita, tepatnya saya pribadi! Saya pergi jauh-jauh ke negeri para Rasul dan Aulia untuk belajar Ilmu Agama dan mencari siapa sebenarnya saya ini? Untuk apa saya ada disini? Padahal saya sudah tahu dan sadar sejak saya pertama kali membuka sampul Kitab Shahih Bukhari, bahwa Al-quran dan Al-hadist adalah suci dan dia tidak bisa di simpan di tempat yang kotor! Apalagi tong sampah! Dan saya merasa kan hati saya bagai tong sampah! Setelah hampir 2 tahun saya pergi mencari jati diri, belum ada perubahan kearah yang lebih baik yang saya dapatkan dalam diri saya! Apalagi harus menghafal dan mengamalkan seluruh isi kitab suci itu? Seakan itu semua impian yang jauh!!!Dan khayalan yang sia-sia!!!</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr"><span id="more-296"></span></p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Saya tidak akan menyalahkan kamu, saya tidak akan bertanya “Kenapa kamu hadir dalam hidup saya?” saya tidak akan pernah menyesali kenapa saya bertemu kamu? Karena saya sadar kamu adalah makhluk indah yang diciptakan Allah untuk mendampingi saya, meskipun Cuma 1 malam dalam mimpi, dan saya sadar kamu adalah guru bagi saya, yang telah mengajari saya arti hidup, perjuangan dan cinta!</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Hidup cuma sekali, pergunakanlah dengan baik, sebelum izin bernafas diambil, dari lubuk hati yang paling dalam, dan kesadaran penuh saya menulis surat ini, semoga ini menjadi awal yang baik bagi saya dan akhir yang baik bagi kamu!!!.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Pertama kali saya mohon maaf, karena saya telah membawa kamu kedalam kubangan dosa, kalaupun mungkin seandainya kata-kata maaf dari kamu tidak ada lagi buat saya, saya akan menanggung dosa itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Saya sadar dan kamu tahu itu, bahwa saya lah yang mulai hal ini, mungkin saat itu saya lemah, lalai! Saya tahu dan kamu juga sadar yang saya lakukan itu melanggar aturan agama kita, wallahi…saya tidak melanggar aturan agama itu karena sombong atau bangga, itu semua karena kelemahan saya dan kelalaian saya sebagai hamba yang berlumuran dosa dan maksiat. Bukankah saya yang memaksa kamu jadi Pacar(astaghfirullah….) saya? Atas itu saya mohon maaf!</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Mungkin kamu juga datang tepat waktu di saat saya kesepian, kamu ingatkan waktu dulu saya minta tolong Sama kamu menyampaikan hadiah Ultah buat Wulan, dan akhirnya saya kecewa dengan dia? Di saat saya kecewa, putus asa (seharusnya saya tidak begitu, karena sebenarnya itulah pertolongan Allah, yang masih menolong saya dari lembah dosa!), kamu datang dengan selembar surat berisi nasehat, (sampai saat ini surat itu masih saya simpan, Insyaallah akan segera saya kembalikan padamu), nasehat seorang teman, namun surat-surat selanjutnya seakan memberikan saya lampu hijau, karena memang surat-surat itu berwarna dan dengan isi yang menggoda!(Astaghfirullah..), saat itulah saya merasa seakan Allah menganti Wulan dengan kamu! Ternyata saya salah, tapi saya berterima kasih karena kamu hadir memberi saya semangat, terus terang saya akui saya bisa mendapat peringkat 3 dari 950 siswa di Gontor, tidak lepas dari jasa kamu, support dan pasti doa kamu, sekali lagi terima kasih.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Sekarang saya sadari dan kamu juga harus paham, bahwa tidak ada akhir yang baik yang dimulai dengan hal yang salah!! Tidak ada bangunan yang kokoh yang berpondasi lemah! Saya tidak tahu apakah yang kamu katakan bahwa kamu punya harapan besar pada saya, yang menurut kamu saya bisa membawa kamu dekat pada Allah itu adalah benar atau Cuma rayuan kamu saja? Karena tidak mungkin rumah tangga yang sakinah penuh mawaddah dan rahmah itu dimulai dari fase pacaran! Atau apapun lain istilahnya yang maksudnya menghalalkan hubungan cinta antara seorang laki-laki dengan wanita di luar ikatan pernikahan! Memang selama ini kita tidak pegang-pegangan, berkhalwat berdua, dan lain-lain (Nau’uzubillah min zalik), tapi paling kurang cinta kita (mungkin tepatnya saya, karena saya tidak tahu pasti yang sebenarnya ada di hati kamu) sudah salah saluran! Agama tidak melarang cinta! Karena itu adalah fitrah yang diciptakan Allah, tapi agama memberikan sebuah jalur khusus untuk penyaluran cinta itu! Yaitu pernikahan! Kalau selama ini kamu merasa apa yang saya rasakan, mari sama-sama kita bertobat minta ampun pada Allah. Selama ini paling tidak saya telah meluangkan tempat buat makhluq di hati saya lebih dari pada tempat yang saya sediakan buat Khaliq saya!( A’uzubika min an usyrika bika syaian a’lamuhu wa istaghfiruka lima la a’lamuhu, ya akramal akramin! ini doa bagus agar jauh dari sifat sombong, kufur dan riya’!)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Sebenarnya sejak sebelum saya pergi saya ingin mengatakan ini, tapi ketulusan kamu tanggal 10 November di RS PMI meluluhkan saya, saya tidak tega menyakiti kamu! Saya coba ketika saya tiba di Damascus, tetap saja saya tidak mampu, terakhir yang saya coba ketika saya telpon tanggal 30 September, tapi saya tidak kuasa mengatkannya! Mungkin dengan terpaksa saya tulis disini! Tolong jangan kamu berpikir macam-macam, bukan karena orang ke 3, bukan saya tidak sayang lagi padamu, bukan saya ingin mengingkari janji-janji saya, bukan saya ingin memutuskan silaturahim, bukan saya tidak pantas buat kamu ataupun kamu terlalu baik buat saya, tapi sungguh tujuan saya ini demi kebaikan kita bersama, saya ingin membersihkan hati kita, terutama saya sendiri….saya ingin hafal Al-quran, saya ingin hafal hadist-hadist rasulullah dan melaksanakan isinya itu semua!</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Setelah saya menelpon kamu terakhir itu, niat saya bertambah bulat untuk menyatakan ini, saya yakin kalau memang kamu milik saya, maut pun tidak mungkin memisahkan kita! Kalau ketika saya pulang nanti, kamu masih sendiri, itulah jawaban bahwa kamu memang tercipta untuk membimbing saya menyempurnakan ibadah saya dan Sunnah rasul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Jadi saat ini saya tidak akan menawarkan pilihan apa-apa buat kamu, saya hanya mau mengatakan bahwa anggap saja kita tidak pernah sayang-sayangan atau cinta-cintaan! atau lainnya, kalau memang kamu masih mau menjadi teman saya, saya siap menjadi sahabat yang akan manangis kalau kamu menangis, dan tertawa di saat kamu tertawa! semoga persahabatan kita karena Allah, jadi sejak saat ini kamu tidak perlu merasa terikat lagi dengan saya, saya yakin kamu tahu apa yang terbaik yang harus kamu lakukan, demi masa depan kamu. Mungkin kamu tidak perlu lagi menulis nama saya di phone book “Soulmate”, tulis saja Zacky Zaidan, saya juga akan berusaha menghilangkan nama kamu yang tersebar di pakaian, buku dan kepala saya!!!!</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Saya minta maaf sekali lagi kalau selama ini saya sering menyakiti kamu, dan saya berterima kasih atas apa yang kamu lakukan buat saya selama ini. Dan permohonan maaf terbesar dan doa yang tulus dari Ibunda kamu, semoga saya jadi anak yang berguna bagi orang tua, agama, bangsa dan Negara. Karena bagi saya orang tua adalah sumber pahala dan kebahagiaan didunia dan akhirat, meskipun beliau bukanlah orang yang melahirkan dan membesarkan saya. Tolong sampaikan ini pada Ibunda kamu, kalau kamu tidak menyampaikannya, itu adalah amanat saya pada kamu, yang akan jadi hutang kamu pada saya.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Saya Akan selalu manyebut Nama kamu dalam setiap DOA saya, seperti dulu Nama kamu saya sebut, semoga kita mendapat apa yang kita cita-cita kan.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Sekali lagi saya minta maaf, doakan saya semoga jadi anak yang berguna bagi orang tua, agama, bangsa dan Negara.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">14.04 WS.06-september-2007</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Maqam Arbai’in, Abou Najieb, Roukn El-Dien, Damascus</p>
<p style="text-align:justify;" dir="ltr">Muhammad Zacky Zaidan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=296&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/06/24/kepada-yang-tercinta-nada-fatiha-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SuLy On Seminar</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/06/15/suly-on-seminar/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/06/15/suly-on-seminar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 11:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum. Saudaraku, saudaramu ini InsyaAllah akan menyelenggarakan Seminar Skripsi pada Hari Rabu, 17 Juni 2009 Di Ruang A.3.13 Jam 12.30-13.30. GRATIS!! Bonus Makalah+Snack+SoftDrink+Ukhuwah..hehe. Datang yak..! AWAS ra teko..!!! ^_^ Wassalamualaikum
Download Artikel Suly
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=287&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamu&#8217;alaikum. Saudaraku, saudaramu ini InsyaAllah akan menyelenggarakan Seminar Skripsi pada Hari Rabu, 17 Juni 2009 Di Ruang A.3.13 Jam 12.30-13.30. GRATIS!! Bonus Makalah+Snack+SoftDrink+Ukhuwah..hehe. Datang yak..! AWAS ra teko..!!! ^_^ Wassalamualaikum</p>
<p><a class="alignleft" href="http://suliwe.files.wordpress.com/2009/06/artikelsuly.pdf" target="_self">Download Artikel Suly</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=287&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/06/15/suly-on-seminar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Smart Educat!on [Logo Fix]</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/31/smart-educaton/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/31/smart-educaton/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 17:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=284&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://suliwe.files.wordpress.com/2009/05/logo-smart1.jpg"><img class="size-full wp-image-294 aligncenter" title="Logo SMART" src="http://suliwe.files.wordpress.com/2009/05/logo-smart1.jpg?w=450&#038;h=210" alt="Logo SMART" width="450" height="210" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=284&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/31/smart-educaton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suliwe.files.wordpress.com/2009/05/logo-smart1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Logo SMART</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Muslim Sukses..!! Amiin</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/23/pengusaha-muslim-sukses-amiin/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/23/pengusaha-muslim-sukses-amiin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 18:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=280&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-279" title="Pengusaha Muslim Sukses" src="http://suliwe.files.wordpress.com/2009/05/pmw.jpg?w=288&#038;h=187" alt="Pengusaha Muslim Sukses" width="288" height="187" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=280&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/23/pengusaha-muslim-sukses-amiin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suliwe.files.wordpress.com/2009/05/pmw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pengusaha Muslim Sukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMS dari seseorang yang resah melihat teman-temannya menjadikan Facebook sebagai ajang pamer foto!</title>
		<link>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/12/sms-dari-seseorang-yang-resah-melihat-teman-temannya-menjadikan-facebook-sebagai-ajang-pamer-foto/</link>
		<comments>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/12/sms-dari-seseorang-yang-resah-melihat-teman-temannya-menjadikan-facebook-sebagai-ajang-pamer-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 18:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suliwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku Bukan Panutanmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suliwe.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Sms_1
”Oya Ly,q mw comment,kl krg brkenan yo af1. Q kok ga sk y ma FcBook-an.kykny tll bebas gt, pr ikhwn/akhwt’ers mlh kykny ikt2an kejangkit, jm mlm pun msh pd gtuan. Nampilin foto2 narsis, dll, kn ga blh tu,wah Yahudi emg bnr2 pinter, GFnya brhasil”
Sms_2
“OK, mmg jd muslim ga blh gaptek…akhwt2nya jg tu mlh nampilin foto2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=276&subd=suliwe&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sms_1</p>
<p style="text-align:justify;">”Oya Ly,q mw comment,kl krg brkenan yo af1. Q kok ga sk y ma FcBook-an.kykny tll bebas gt, pr ikhwn/akhwt’ers mlh kykny ikt2an kejangkit, jm mlm pun msh pd gtuan. Nampilin foto2 narsis, dll, kn ga blh tu,wah Yahudi emg bnr2 pinter, GFnya brhasil”</p>
<p style="text-align:justify;">Sms_2</p>
<p style="text-align:justify;">“OK, mmg jd muslim ga blh gaptek…akhwt2nya jg tu mlh nampilin foto2 terbaik mrk, buat apa coba,dilihat ikhwn?!? Kn harusnya GB,alias jaga pndngn, g smua sih.  Yah aq cm brpndpat kok kl ga stuju yo gpp”</p>
<p style="text-align:justify;">Sms_3</p>
<p style="text-align:justify;">“Lha iyo to..meh ngandani mlh pekewuh..”</p>
<p style="text-align:justify;">Sms_4</p>
<p style="text-align:justify;">“Biarin dibilang gaptek, kuper, padune HPne ga iso buat FB-kan, yang penting kan pandangan ALLAH. Biar aja deh jadi org yang sederhana tp ttp bersahaja..&amp; selalu jaga iman tentunya, Amien..” (hehe tumben ngomong bener <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="text-align:justify;">Tak balasi<em>,”Tapi ketok’e kowe kie yo ra gaul!”</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sms_5</p>
<p style="text-align:justify;">”Yo gen, nek mung masalah gaul koyo ngono ra pengen..gaul tu yo masalah istiqomah dakwah..ibadah. Dicintai adik2 TPA-<em>bangga</em>, punya adik2 didikan-<em>istimewa</em>, bisa kerja sendiri-<em>orangtua bahagia</em>..”</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, dah tau kan yang harus kalian lakukan? Yupz..siip deh!</p>
<p style="text-align:justify;">Yuk berubah..!menjadi yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku, mari saling mengingatkan dan saling mendoakan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suliwe.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suliwe.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suliwe.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suliwe.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suliwe.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suliwe.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suliwe.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suliwe.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suliwe.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suliwe.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suliwe.wordpress.com&blog=1025037&post=276&subd=suliwe&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suliwe.wordpress.com/2009/05/12/sms-dari-seseorang-yang-resah-melihat-teman-temannya-menjadikan-facebook-sebagai-ajang-pamer-foto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf6b97a22d0ebf6e9eee481ab87ef94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">suliwe</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>