Kepada yang tercinta Nada Fatiha, Padang

June 24, 2009

Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika Ummu Darda’ ditanya tentang amalan apa yang paling banyak dilakukan Al-shohabi Al-jalil Abu Darda’ RA? Ummu Darda’ berkata: “Hal yang paling banyak dilakukan Abu Darda’ adalah bertafakkur dan menginstrospeksi diri”. Shahabi Abu Darda’ bisa duduk berjam-jam bertafakkur dan berzikir menghayati ciptaan Allah, dengan itu beliau mendapatkan ketenangan jiwa dan keimanan yang kuat, karena hanya dengan berfikir dan menganalisa alam kita bisa memperkuat Iman pada Allah. Sayyidina Umar RA berkata:

“Hitunglah amalanmu sebelum Dihitung (akhirat)”

Kita kan sama-sama tidak tahu kapan ajal datang menjemput, bisa saja sebelum atau sesudah membaca Surat ini kita disamperin malaikat maut, sebelum kita sempat bertaubat minta ampun pada Allah SWT. Rasulullah saw, bertaubat 100 kali setiap hari, beliau adalah orang pertama yang masuk surga, karena tidak akan dibuka pintu surga sebelum beliau masuk(al-hadist), tapi dengan jaminan itu beliau tetap bersyukur dan bertaubat 100 kali setiap hari! Bagaimana dengan kita wahai hamba Allah yang belum jelas juntrungannya?

Akhir-akhir ini saya sering berfikir, bertanya pada diri sendiri, apa yang telah kita lakukan selama ini? Mungkin bukan kita, tepatnya saya pribadi! Saya pergi jauh-jauh ke negeri para Rasul dan Aulia untuk belajar Ilmu Agama dan mencari siapa sebenarnya saya ini? Untuk apa saya ada disini? Padahal saya sudah tahu dan sadar sejak saya pertama kali membuka sampul Kitab Shahih Bukhari, bahwa Al-quran dan Al-hadist adalah suci dan dia tidak bisa di simpan di tempat yang kotor! Apalagi tong sampah! Dan saya merasa kan hati saya bagai tong sampah! Setelah hampir 2 tahun saya pergi mencari jati diri, belum ada perubahan kearah yang lebih baik yang saya dapatkan dalam diri saya! Apalagi harus menghafal dan mengamalkan seluruh isi kitab suci itu? Seakan itu semua impian yang jauh!!!Dan khayalan yang sia-sia!!!

Baca Selengkapnya Yak