Sms_1
”Oya Ly,q mw comment,kl krg brkenan yo af1. Q kok ga sk y ma FcBook-an.kykny tll bebas gt, pr ikhwn/akhwt’ers mlh kykny ikt2an kejangkit, jm mlm pun msh pd gtuan. Nampilin foto2 narsis, dll, kn ga blh tu,wah Yahudi emg bnr2 pinter, GFnya brhasil”
Sms_2
“OK, mmg jd muslim ga blh gaptek…akhwt2nya jg tu mlh nampilin foto2 terbaik mrk, buat apa coba,dilihat ikhwn?!? Kn harusnya GB,alias jaga pndngn, g smua sih. Yah aq cm brpndpat kok kl ga stuju yo gpp”
Sms_3
“Lha iyo to..meh ngandani mlh pekewuh..”
Sms_4
“Biarin dibilang gaptek, kuper, padune HPne ga iso buat FB-kan, yang penting kan pandangan ALLAH. Biar aja deh jadi org yang sederhana tp ttp bersahaja..& selalu jaga iman tentunya, Amien..” (hehe tumben ngomong bener
)
Tak balasi,”Tapi ketok’e kowe kie yo ra gaul!”
Sms_5
”Yo gen, nek mung masalah gaul koyo ngono ra pengen..gaul tu yo masalah istiqomah dakwah..ibadah. Dicintai adik2 TPA-bangga, punya adik2 didikan-istimewa, bisa kerja sendiri-orangtua bahagia..”
Nah, dah tau kan yang harus kalian lakukan? Yupz..siip deh!
Yuk berubah..!menjadi yang lebih baik.
Saudaraku, mari saling mengingatkan dan saling mendoakan.
May 12, 2009 at 10:52 pm |
lha sms dari siapa sul? aku mlebu kategori neng dhuwur kuwi g?
May 14, 2009 at 4:27 am |
whuahahaha…
keresahanmu sama denganku to mas suly…
http://untukcalonistriku.blogspot.com/2009/05/untitled4.html
May 21, 2009 at 11:41 am |
Seperti yang dikatakan Mas Amron,
“Kamulah yang mengendalikan Facebook, bukan Facebook yang mengendalikanmu”.
Jadi, bukalah Al-Faizbukiyah (Facebook), ketika memang benar2 penting. Bukan Facebook yang mengendalikanmu untuk selalu membukanya.
Analoginya sama seperti handphone. Jadikan Facebook sarana yang bermanfaat bagi antum. Banyak misalnya, antum bisa kasih taklimat secara gampang lewat Facebook, misal untuk dakwah, ada kajian, posting kata2 mutiara atau hadits, ato sebagainya. Atau mau jualan juga bisa. Pasti ada sisi lain yang bisa kita gunakan untuk kebaikan. Kalo ana sendiri sih masih enjoy, pun juga jarang OL di Facebook. Kalo’ ana sebatas untuk komunikasi dengan teman2 lama. Silaturahmi akhi…
Hehe…
May 21, 2009 at 11:45 am |
Seperti yang dikatakan Mas Amron,
“Kamulah yang mengendalikan Facebook, bukan Facebook yang mengendalikanmu”.
Jadi, bukalah Al-Faizbukiyah (Facebook), ketika memang benar2 penting. Bukan Facebook yang mengendalikanmu untuk selalu membukanya.
Analoginya sama seperti handphone. Jadikan Facebook sarana yang bermanfaat bagi antum. Banyak misalnya, antum bisa kasih taklimat secara gampang lewat Facebook, misal untuk dakwah, ada kajian, posting kata2 mutiara atau hadits, ato sebagainya. Atau mau jualan juga bisa. Pasti ada sisi lain yang bisa kita gunakan untuk kebaikan. Kalo ana sendiri sih masih enjoy, pun juga jarang OL di Facebook. Kalo’ ana sebatas untuk komunikasi dengan teman2 lama. Silaturahmi akhi…
Hehe…
Tapi bukan berarti ana menyalahkan ato membenarkan Al Faizbukiyah…
Semoga bermanfaat…
May 22, 2009 at 12:44 am |
Saya sepakat sama antum akhi..