DITOLAK..!

December 28, 2008

Apa yang terpikir dipikiran Anda kalau mendengar judul di atas? Sedih, kecewa, marah? atau Anda bisa maklum, sabar, ikhlas dan lapang dada?

Yah kata itulah tadi yang kukatakan di MUBES (Musyawarah Besar) HIMATIKA ke-14. Ntu acara laporan pertanggungjawaban Ketua Umum kepada warga matematika.

Akhirnya dari para evaluator menyimpulkan bahwa LPJ Ketum DITOLAK!

Maap yak..!untuk pengurus HIMATIKA 2008. Jangan marah ma aku lho..hehe. Semoga itu untuk kebaikan bersama. Ingat yang saya sampaikan tadi..

Mubes bukan segalanya..!kinerja kalian GA CUKUP kalau hanya dinilai dari mubes. Kalian sudah do d’bezt! Mubes itu masalah kecil, ga usah terlalu dipikirkan..nanti malah kurus lho..

“Segenggam garam kalau kita masukkan dalam sebuah gelas, kemudian kita aduk maka rasanya akan pahit. Tapi ketika memasukkan segenggam garam itu ke dalam sebuah danau kemudian kita aduk, maka tidak akan ada rasanya garam tadi. Garam adalah masalah yang kita hadapi, sedangkan gelas dan danau tadi adalah hati dan dada kita masing-masing. Ketika kita menyempitkan hati kita cuma sebesar gelas maka yang akan kita rasakan adalah kepahitan. Tapi ketika kita meluaskan hati dan melapangkan kita seluas danau, maka masalah itu tidak akan terasa..Maka luaskanlah hati kalian, kalau perlu seluas lautan..”

Wah ternyata Suly bisa ngomong kata-kata bijak..


Sebuah surat cinta..

December 28, 2008

Assalammulaikum warahmatullahi wa barakaatuh

Ba’da tahmid dan shalawat

Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.

Ukhti, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.

Maaf ukhti, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya. Walaupun kau begitu rupawan lagi cantik, Ia lebih indah dan bercahaya dari dirimu. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.

Ukhti, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, ukhti. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena aku pernah bertamu ke rumahmu walaupun kita duduk agak menjauh, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu, marah karena aku pernah mendahului takdirNya dengan mengajakmu untuk menungguku menjadi istriku kelak padahal itu belum pasti adanya. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Ukhti, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Ukhti, jangan marah yak. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, Ukhti. Kau pun bisa menjadi kekasihnya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insya Allah, DIa punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang lelaki shalih. Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridha Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Iniliah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, ukhti.

Ukhti, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, ukhti. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf, ukhti. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini akan merusak hati. Tak akan ada lagi sms dariku yang rutin masuk ke hapemu untuk menanyakan sudah shalat atau belum. Aku tak ingin engkau memiliki sedikit rasa riya’ (sombong) sedikitpun di hatimu ketika akan beribadah, karena itu sangat dibenci oleh Allah dan tak akan diterima amalnya. Ketikan tuts keyboard terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat, Insya Allah..

Wassalammualaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

(Sebuah surat yang dikutip dari sebuah buku karya Salim A. Fillah)


Suly kapan nyusul?

December 25, 2008

Ahad, 21 Desember kemaren pergi ke Ngawi. Menghadiri akhir dari sebuah ‘perjalanan cinta’ critane.. Walimahan Kak’Im. Di undang jagong lah. Perjalanan ke Ngawi ternyata melelahkan juga, 2 jam je naik motor..kesel. Meski sampai sana udah pada bubar acaranya tapi never mind lah masih bisa foto bareng ma nganten-nya..hehe. Siip..! Wingi tu baru pertama kalinya ngerti nikahannya ikhwan-akhwat..he. Buat referensi aja nanti kalo ’giliranku’ tiba . Ternyata gitu toh..Selamat yak buat Kak’Im dan Bulik Sita. Semoga kalian langgeng sampai di surga..dan doakan juga semoga adikmu ini cepat nyusul..Amiin.

Beberapa hari sebelum itu dapat sms dari Dik AriL (temen SMA tuh), dah kayak adek sendiri..hehe. Dia ngabari suruh datang di walimahannya Fita, teman kelas 1 SMA (kelas yang diunggulkan, kata mbah Alm. Mbah Harto) dan juga kelas 3 IPA 5 dulu ..Weh kaget aku. Fita wis mau rabi..Saatu pertanyaan besar ”Kok dia ga minta restu dariku dulu ya?” (emang siapa gue??). Nikah’e suk Ahad juga, 28 Desember jam 11.00 di Gedung Budi Sasono Sukoharjo..(wah pas Mubes Himatika kuwi). Jodonya teman sekantor..hehe. ”Witing tresno jalaran soko DIPEKSO..ups kleru..jalaran KULINO dinx”hehe..

Hari ini saat nulis ini, tetanggaku sendiri..mas Hardi namanya juga nikah…

Wuaaaa..aa..aa..kok pada nikah toh??

Nah sekarang pertanyaannya,”Suly kapan nyusul?”

Maka Suly akan bilang,”SECEPATNYA..insyaALLAH”


Rumah Baca NH

December 18, 2008

pamflet-perpus3

Bagi saudaraku muslim seantero UNS…hayo makmurkan Masjid NurulHuda tercinta, salah satunya dengan sering mengunjungi Rumah Baca NH alias Perpustakaannya NH.

Dapatkan buanyakk buku-buku islami di sana..mulai dari bacaan yang ‘ringan’ sampai yang kelas ‘berat’

Saudaraku sekalian juga bisa ikut bersedekah buku-buku pribadi atau dalam bentuk uang malah kami terima dengan senyum..hehe

Lebih jelas liat aja pamfletnya tuh..!


Lek Diyono

December 18, 2008

Kamis, 11 Desember 2008 ALLAH kembali menunjukkan kuasanya sesuai dalam Qur’an bahwa sesungguhnya tiap-tiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Lek Diyono, ya begitulah saya akrab memanggilnya, seorang nenek berusia 80an tahun yang rajin ke masjid meski diusianya yang telah senja,jalan sudah pakai tongkat, mata pun rabun, pendengaran tak lagi sempurna, namun sholat jamaah subuh dan isya nya sering ONTIME di masjid yang memang berada di komplek rumahnya karena memang tanah yang dipake untuk mendirikan masjid Al-Mukharomah itu adalah tanah wakaf dari suami beliau. Kini beliau menyusul suaminya ke surga, insyaALLAH..

Dalam acara pemakaman itu,seperti biasa saya jadi fotografernya, karena diminta oleh putra Lek Diyono, mungkin sebagai kenang-kenangan terakhir. Dari awal prosesi sampai akhir disemayamkan sudah saya jepret semua pake kamerane my brother.

Sebelum meninggal ternyata Lek Diyono sempat meninggalkan wasiat kurang lebih gini,”Le, Nduk..suk yen aku ninggal, tulung sholat-ko neng Mejid Al Mukharomah..” sempat ada rasa trenyuh dihati, kok bisa nya bikin wasiat begitu indahnya..Saya saja masih bingung mau berwasiat apa kalo mati nanti..hehe

Yah, akhirnya jenazah pun disholatkan di Masjid Al Mukharomah sebelum akhirnya diberangkatkan untuk dimakamkam..

Kadang teringat saat-saat beliau masih hidup..saat melihat beliau sholat, ruku’ saja terlihat sangat dipaksakan, sujud apalagi duduk bersimpuh saat takhiyat..MasyaALLAH beliau sungguh Luar Biasa! Setua itu tapi tetep istiqomah..

Yah, semoga kita semua juga diberi kekuatan untuk selalu istoqomah sampai tua..sampai MATI..!!! Amiiin…


Lagi-lagi kurasakan pertolongan ALLAH begitu nyata!

December 18, 2008

Ini kisah nyata saudaraku..

Beberapa bulan yang lalu (lupa tepatnya tanggal berapa) saya kehilangan sebuah map. Map nya sih ga bagus-bagus amat, tapi isi dari map itu yang berharga sebab didalamnya ada banyak berkas-berkas kuliah saya. Ada kartu ‘pink’ buat minta tandatangan pas ikut seminar skripsi kakak tingkat, ada KHS dari awal semester sampai semester 6, ada fotoku juga (untung ga ada yang nyantet saya.. ^_^), ada blangko nilai KMM dari BPS Semarang, dan yang paling puentiinggg ada KARTU BIRU buat ngambil beasiswa TPSDP (hehe ujung-ujungnya masalah duit).

Nah jane saya tu dah tak pasrah ke,“alah ilang yo wis..” Feeling saya bilang pasti map itu ketinggalan di kos-kosan AlJazeera atau di Masjid NurulHuda. Tapi ternyata di 2 tempat itu ga ada, ya udah deh.. Beberapa bulan saya mencoba melupakan map itu.

Nah disinilah ALLAH menunjukkan kuasaNya..

9 Desember tepatnya..saya disms temen,katanya “ketok’e TPSDP cair..” sempat kepikiran bagaimana ngambilnya ya, lhaOng kartu biru-ku ae ilang..tapi never mind lah..

Hari selasa itu saya berangkat kuliah pagi sampai di kampus MIPA tercinta kurang lebih jam07.30, ada kuliah ROP-nya Bu Cici. Sebelum masuk kelas,saya sempatkan baca papan pengumuman di dekat Mawa untuk memastikan apakah benar TPSDP dah cair, dan ternyata benar! 1 Jeti Boz!! Alhandulillah..!Masih membaca pengumuman itu, tiba-tiba dari arah selatan temenku kasih kabar gembira,”Suly, kartu biru, kartu pink, merah, hijau pokok’e semua warna ketemu!”. “Ah..Tenane?” kataku setengah tak percaya. “Iyo..tenan, ning aku dike’i komisi piro kie soko TPSDPne?hehe” (pertanyaan retoris yang dilontarkannya, lhaOng sama-sama dapat TPSDP kok..”. “Tak ke’i sewu wae gelem ra?hehe..”

Ya gitu deh..bisa ambil duit deh..1 jeti..Horee!

Tapi ingat Ly, itu bukan sepenuhnya duitmu..10%’e lho jolali..

Siap Boz!!

Ini bukan suatu KEBETULAN, tapi memang sudah jadi skenario ALLAH SWT.

“Seindah apapun rencana kita, JAUH lebih indah rencana ALLAH untuk kita..”